ber-TAKAKURA bareng AIPL (Asosiasi Ibu Peduli Lingkungan Kota Bandung)
Nggak ada kuliah pagi, tapi jam 8 udah harus dateng ke kampus, sebenernya agak males. Hehehe… Tapi, berhubung demi pelatihan pembuatan kompos-Takakura, saya meluncur juga ke Gerbang Belakang Kampus Ganesha. Sampe di TKP baru ada Bambang dan Detta. Hmmm… ada feeling nggak enak nih. Dan yap, ternyata jam 10 kita baru bisa ke tempat pembuatan komposnya. Ya, saya sih gapapa. Kebetulan, saya juga belom sarapan, jadi ada waktu buat sarapan dulu.
Setelah mengisi amunisi di KBL sambil ngobrol lalala…. demi membunuh waktu, akhirnya jam setengah 10 teng baru meluncur ke PAU, mau motokopi dulu. Sekitar jam 10 baru akhirnya kita meluncur ke tempat pembuatan kompos-Takakura. Ternyata tempatnya di Kebon Kembang. Tempat pembuatan kompos-Takakura ini digalakkan oleh AIPL (Asosiasi Ibu Peduli Lingkungan Kota Bandung), dengan lokasi persisnya di Jalan Kebon Kembang Gg. Pancasila 12.
Slogan yang diusung pun cukup yahud dan menarik, ‘Mengkompos tidak pernah semudah dengan Keranjang Takakura’–’Solusi untuk Pengolahan Sampah Organik di Rumah Anda’. Two Thumbs up, deh!
Kita bertujuh (saya, Bambang, Aldi, Azis, Lau, Nessy, dan Sapi) disambut hangat oleh ibu-ibu AIPL. Kebetulan salah satu ibu AIPL juga memang Uwa’nya si Aldi. Kita diajarin cara pembuatan kompos Takakura secara detail. Wah, seru banget! Apalagi setelah ngeliyat hasil kerajinan tangan olahan dari sampah bungkus kopi, mi instan, dll yang disulap menjadi berbagai produk cantik, mulai dari mouse pad, kantong HP, tas, dll. Asliiii….canggih abis! Si Bambang aja sampe kepengen belajar gitu. Hehehe…
Next time kalo ada waktu dan kesempatan pengen balik ke sana lagi deh. Kalo si Musa si enak banget, tinggal ngesot aja, soalnya di seberang serong kosan dia.
Selangkah Mengenal Teknik Industri Lebih Dekat
Kebanyakan orang mengatakan bahwa Teknik Industri adalah jurusan gado-gado. Di ITB sendiri, Teknik Industri dianggap sebagai program studi yang tidak jelas. Hal tersebut diakibatkan produk yang dihasilkan tidak dengan mudah untuk dibayangkan. Selain itu, karena Teknik Industri mempelajari berbagai aspek ilmu, maka tidak heran bila disebut gado-gado. Akan tetapi, bukan berarti keilmuan Teknik Industri tidak jelas, karena ilmu yang dipelajari di TI tetap berakar pada keilmuan teknik, yaitu desain. Namun, benda yang dirancang bukanlah benda nyata seperti mobil, gedung, dan sebagainya, melainkan suatu sistem terintegrasi yang terdiri dari mesin, material, energi, informasi, dan manusia.
Seorang sarjana Teknik Industri mempunyai prospek kerja yang cukup luas. Namun, seorang sarjana Teknik Industri yang lulus dengan predikat cum laude tentunya akan lebih berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan yang bonafit. Beberapa prospek kerja sarjana TI di antaranya :
- Bidang Produksi/ operasi dan penjaminan mutu
Lulusan TI dibutuhkan untuk menangani perencanaan dan pengendalian produksi, kualitas, pengembangan sistem manajemen kualitas. Hal ini dibutuhkan oleh hampir semua perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, seperti PT Rekayasa Indonesia, Toyota Astra Motor, PT Krakatau Steel, dan lain-lain.
Kolaborasi : Di bidang ini sarjana TI akan berkolaborasi dengan berbagai sarjana dari keilmuan lainnya, di antaranya Elektro, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Material, Teknik Metalurgi, Teknik Fisika, Desain Produk, dan sebagainya.
- Bidang pemasaran
Dalam bidang ini, lulusan TI berperan sebagai market research, technical sales, dan lain-lain. Contohnya di perusahaan P&G, Unilever, Nestle, Astra, dan lain-lain.
Kolaborasi : Teknik Kimia, Farmasi, Akuntansi, dan lain-lain.
- Bidang konsultasi manajemen
Untuk menjadi konsultan di perusahaan asing semacam Boston Consulting Group, IPK cum laude memang menjadi salah satu syarat penting. Di samping itu, terdapat beberapa perusahaan lainnya, seperti Accenture dan Nielsen Company.
Kolaborasi : Manajemen, Komunikasi, Hukum, dan lain-lain.
- Bidang Keuangan (bank dan asuransi)
Misalnya BNI, Bank Mandiri, Bank Niaga, dan sebagainya.
Kolaborasi : Akuntansi, Ekonomi Manajemen, dan lain-lain.
- Bidang Sistem Informasi
Banyak alumni TI yang membuka usaha di bidang software house. Selain itu, lulusan TI juga menduduki posisi staf IT, staf dalam pemasangan sistem informasi. Perusahaan yang membutuhkan lulusan TI misalnya : SAP Indonesia, Oracle Telkomsel, Pertamina, P&G, dan lain-lain.
Kolaborasi : Teknik Informatika, Sistem Teknologi Informasi, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Perminyakan, Matematika, Teknik Telekomunikasi, Komunikasi, Teknik Mesin, Teknik Fisika, dan lain-lain.
- Bidang Logistik
Contoh perusahaan yang menerima lulusan TI adalah P&G, PT Semen Gresik, dan lain-lain.
Kolaborasi : Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Mesin, Teknik Material, Kimia, Biologi, Fisika, dan lain-lain.
- Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
Lulusan TI yang bekerja di bidang ini misalnya di PT Semen Padang, P&G, dan lain-lain.
Kolaborasi : Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Mesin, Teknik Material, Kimia, Biologi, Fisika, dan lain-lain.
Sumber : Mengenal Strategi Masuk dan Program Studi ITB
Dalam rangka ngerjain tugas PKN Kelas Pak Humaryono
What a coincidence!
Sebelum balik ke Bandung, sempet baca-baca buku harian jaman SMA. Nggak sengaja nemuin puisi karya Sapardi Djoko Damono. Baru malem ini kepikiran untuk publish di blog puisi beliau.
Tiba-tiba waktu nggak sengaja nge-klik fb nya si Kukuh (baca: chen2) ada wall dari temennya yang isinya :
UPS! Kamu yakin gak pernah
denger yang satu ini..?“aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abuaku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Temui dan ngobrol dengan Penulisnya
di gedung G, Kampus STAN, 6 Februari Jam 09:00!!!Jangan lupa beli buku terbitan anak STAN ‘Koloid’ cuma 15.ooo yippi
Nah,lho! Bisa kebetulan banget gini ya…
Wah, jadi pengen liat langsung penulisnya. Hmmm… tapi itu bener-bener nggak mungkin karena tanggal segitu kan ada agenda PM MTI ke desa Cihanjuang. Lagipula kalopun nggak ada agenda PM MTI, aku lebih prefer liat itb fair. Yah, siapa tahu next time ada kesempatan lain.
Yakin Sederhana?
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
[ Sapardi Djoko Damono ]
Mau nikah di usia berapa?
Hmmm… dari zaman SMA, udah sering denger pertanyaan semacam ini. Padahal zaman sekarang, udah bukan zaman nenek-nenek kita dulu, yang menikah di usia belasan. Rasanya terlalu dini, kalo sejak SMA udah ditanyain kapan mau nikah.
Waktu kelas X SMA, pas jamannya masih les LIA, waktu itu kalo nggak Basic 4, mungkin Inter 1, dapet teacher Mr. Freddy. Waktu itu Mr. Freddy nanya satu-satu ke anak-anak di kelas, kami akan menikah di usia berapa. Kami diharuskan menjawab pertanyaan itu bergiliran, dan saat itu aku mendapat giliran di akhir-akhir. Murid-murid cewek menjawab pada usia 21 hingga 25, beberapa cowok menjawab pada rentang usia 21-25, dan sisa murid cowok lainnya menjawab antara usia 25-28 tahun. Saat tiba giliranku, dengan santainya aku menjawab, “30,sir.” Mr. Freddy terdiam sesaat, sebelum akhirnya mengomentari jawabanku, “ Coba kamu pertimbangin lagi, rasanya terlalu tua untuk ukuran wanita menikah di usia 30. Temen-temen cowok di kelas ini aja target nikahnya paling tua di umur 28 tahun.”
B B U 2010
Alhamdulillah BBU (Bulan Bakti Ubala) 2010 dapat berlangsung dengan lancar. Rangkaian Roadshow ke SMA-SMA di Provinsi Lampung ini ditutup dengan sebuah Try Out Akbar yang dihelat di GSG UNILA. Meskipun pada Try Out kali ini pesertanya tidak sebanyak tahun lalu, tapi insya allah maksud acara yang disuguhkan mengena di hati para peserta. Amiin…^^
BBU 2010 kali ini diketuai oleh boss Bambang Tressando (TI ‘08) yang dengan luar biasa berhasil memimpin pasukannya. Bahkan, dia rela menempuh 18 jam (lebih malah) bolak-balik Lampung-Bandung karena ada sedikit hambatan terkait urusan akademik dan rasa tanggung jawabnya kepada BBU. Selain Bambang, ada juga Wakilnya, yaitu Danlap Rizky yang selalu siap menghibur temen2 panitia. Rizky selalu bisa mencairkan suasana, sehingga seletih apa pun panitia, pasti akan tersenyum kalo Rizky sudah mulai beraksi (baca: berulah),hhe… Juga ada temen2 2008 lainnya, seperti Fira, Yulia, Dwiki, Albed, Pedca, Yasir, Luki, Ralang, Fikri, dan Andri yang bersedia membagi liburannya untuk BBU, nuhun yaak temen2! ^^
Terima kasih juga buat kakak2 2007 yang masih nyempetin untuk ber-Roadshow ria, ada mbak Riris, Kak Azhari, Mbak Yuyut, Kak Depe, Kak Jimmy, Kak David, dan juga Kiyay Prabu yang bahkan rela turun langsung di bagian Ticketing saat TO. Juga untuk Kak Budi (IF’06) yang juga masih bersedia berpartisipasi di BBU 2010, yang mana BBU keempat bagi Kak Budi.
Dan pastinya terima kasih dan kekaguman luar biasa saya kepada temen2 2009 yang bener2 luar biasa bekerja keras banting tulang (lebay,hhe…) untuk menyukseskan BBU kali ini. Ada Noura, Debby,Kevin, Ridho, Radit, Piska, Fakih, Ghazali, Alan, Husen, Agnes, Eko, Benta, Meta, Wahyu, Bagus, Timmy, Santo, dan Edi. I’m so proud of you, guys! Kalo ada yang namanya belum kesebut maaf ya…
Terima kasih juga untuk para sponsor (NF, GMP, GGP) dan pihak-pihak yang juga telah berpartisipasi untuk menyukseskan acara ini. Kak Rio is the best, mantaplah Training nya, sayangnya saya nggak bisa ngikutin full.
Terima kasih… saya cuma bisa ngucapin terima kasih…
BBU 2010 kali ini bener-bener terasa manis…
M A B I T di PUSDAI
Seusai “Api Kita Sudah Menyala” kumpul angkatan TI 2008, sekitar jam setengah 9an saya, Mitha, Ajeng, dan Hanna meninggalkan rumah Diandra dan menuju ke Balubur. Yak, si Mitha ngidam pecel lele. Kronis banget ngidamnya. Dan Ajeng ngidam Sate Padang.
Pas melintasi jalan Taman Sari depan Kebon Binatang, terlihat segerombolan anak-anak usia SD hingga SMA dengan berbusana muslim dan membawa obor menyemarakkan suasana menyambut Tahun Baru Hijriyah. Tiba-tiba jadi keinget rumah, keinget sama rombongan anak-anak Putak waktu lagi takbiran. Dan tiba-tiba jadi keinget ajakkan untuk Mabit di Pusdai. Padahal tadinya sama sekali nggak kepikiran untuk berangkat. Tanpa pikir panjang aku langsung ngajakin Mitha, Hanna, dan Ajeng. Gayung pun bersambut, Hanna setuju dan antusias banget buat berangkat Mabit. Walopun kita berdua sama sekali nggak tahu lokasi persisnya Pusdai di sebelah mana.
Jam 21.30 kita nyampe kosan masing-masing. Tanpa mandi (nggak sempet dan udah malem, hehe….) aku dan Hanna berangkat ke PUSDAI. Jam 22.00 teng kita ninggalin kosan dengan diiringi bunyi gerbang kosan digembok sama ibu kos. Dari Simpang kami berjalan ke Sumur Batu, tapi setelah hampir mencapai Gerbang Belakang ITB pun, angkot Caheum-Ledengnya nggak ada yang nongol satu pun. Di tengah kepanikan dan sempet kepikiran untuk order Taxi, nyari ojek, atau jalan kaki ke Pusdai, tiba-tiba melintaslah angkot Caheum-Ledeng. Eh, tapi angkotnya nggak berhenti. Akhirnya terjadi adegan konyol aku dan Hanna ngejer-ngejer angkot deh. Untungnya angkotnya akhirnya berhenti juga. Masalah kedua, kita nggak tahu persisnya Pusdai di sebelah mana dan heloo…ini malem, gelep euy, makin repot deh. Hehe… Alhamdulillah kita tetep nyampe Pusdai (sebenernya tempatnya memang nggak susah buat dicari kok, hehe…).
Loh, aku dan Hanna baru aja nyampe, tapi orang-orang udah pada bubar. Rameee bangeeet. Bener-bener nggak nyangka serame ini. Sesi Ustadz Yusuf Mansyur nya udah selesai. Ya nggak papa, aku dan Hanna memang niatnya mau MABIT. Pure, bukan karena ada ustadz X,Y,Z nya. Lebih tepatnya sih kita memang nggak tahu pengisi acaranya siapa aja,hehe. Lumayan sulit nyari space kosong yang pe-we karena yang pe-we pasti udah ditempatin duluan sama orang.
Setelah dapet tempat dan tadarusan beberapa saat, aku dan Hanna keluar lagi. Hanna kelaperan. Aku kehausan. Dan di luar jangan ditanya, berbagai jenis dagangan lengkap berjejer. Mulai dari jilbab Rabbani, bross, siomay, lumpia basah, cuanki, dll. Akhirnya aku dan Hanna makan cuanki. Hmm…pinter banget pedagangnya, semua harga-harga dinaikin, muahaaalll….
Jam 12 an aku dan Hanna kembali ke masjid, kali ini kita milih untuk naik ke lantai 2. Wah, ternyata penuh juga. Setelah dapet tempat pe-we dan tadarusan, aku dan hanna langsung mengambil posisi tidur. Tidur satu setengah jam, walaupun terasa singkat, tapi lumayan banget. Sekitar jam 2, kami mengambil wudhu. Subhanallah, antriannya panjang banget. Seneng sempet ketemu temen-temen ITB lainnya, ada Putri TL’08, Dwina TL’08, Mulia SI’08, dan Kak Santi TK’07.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya pun tiba, ^^ sholat tahajud berjama’ah. Subhanallah, luar biasa banget. Alhamdulillah banget dikasih kesempatan buat ikutan sholat tahajud bareng gini. Seumur hidup, baru kali ini ngerasain tahun baru yang berkesan banget. Bukan dengan kembang api, bukan dengan hura-hura. Tapi, lebih kepada evaluasi diri, lebih kepada mengingat Allah. Dan kalau boleh jujur, yap, itu jauh lebih berkesan dan bermakna. ^^
[TI 2008] Api Kita Sudah Menyala
Awalnya sempet kepikiran untuk nggak ikut kumpul angkatan, soalnya beberapa kali kumpul angkatan terakhir sepi terus. Jadinya mengecewakan, dan sayanya malah jadi ikut-ikutan males. Apalagi abis ujian Mavek, terus ada jeda 2 jam yang nanggung, mau pulang nggak keburu, kalo nggak pulang nge-GEJE di kampus. Hehe, tapi untungnya bisa ke sekre Ubala si. Dan di sekre terhibur dengan kekocakkan cowok2 Ubala yang heboh gara-gara nonton Go Kong alias Kera Sakti. Dan akhirnya kita malah ngalor-ngidul ngomongin permainan tradisional anak-anak, mulai dari Gobak Sodor, Dempo, Angkaliung, dll.
Back to topic, hehe, awalnya sempet nggak ngeh dengan jarkom angkatan tentang “Api Kita Sudah Menyala”. Sekarang baru sadar, ternyata keren banget maknanya. Dan akhirnya karena bujukan Atya dan Hanna, saya mutusin buat dateng. Alhamdulillah banget saya ikut, kalo nggak ikut pasti nyesel berat. Hehehe…
Acara kumpul angkatan edisi special ini sendiri merupakan idenya Nicko. Tujuannya untuk menstabilkan angkatan. Dan, waw, kalo boleh jujur sebenernya angkatan kita udah cukup stabil, walaupun nggak bisa dipungkiri kalo yang namanya GAP atau semcam cluster2 di angkatan tetep ada. Tapi, dengan diadakannya kumpul-kumpul gini menurut saya lumayan efektif buat mengikis batas-batas dari tiap cluster itu sendiri.
“Api kita sudah menyala” diselenggarain di rumahnya Diandra di Setia Budi deretannya Suis Butcher. Acara diawali dengan sholat Maghrib berjama’ah yang diimami oleh Bambang, kemudian dilanjutkan makan nasi tumpeng bareng secara barbar. Acara bakar-bakarannya sendiri diadain di halaman belakang rumah Diandra. Dan yang mengharukan ternyata selain bendera-bendera MTI dibawa, pohon komitmen angkatan 2008 juga dibawa. Ditemani hangatnya api unggun, kami duduk bersama di atas rerumputan. Pembicaraan mengenai berbagai masalah di angkatan pun diangkat secara terbuka. Secara spontanitas, Reza, Ketua Angkatan, pun didaulat menjadi moderator.
Berbagai pembicaraan mengenai GAP, cluster, dan stabilitas pun terus mengalir. Walaupun ending-endingnya jadi agak OOT ketika masalah asmara di angkatan antara “A” dan “G” mulai disinggung-singgung. Hmm… kalo bapak-ibu saya pernah bilang istilah cinlok sejurusan gini namanya “In breeding”.
Sekitar jam 8an Bambang pamitan. Pas pamitan Bambang sempet nyampein beberapa patah kata yang mengena banget. Intinya, kita jangan Cuma bisa hura-hura, satu hal penting yang harus kita inget adalah kematian. Buat saya itu mengena banget. Di tengah hingar-bingar celoteh anak-anak tentang masalah angkatan dll yang berbau duniawi, omongan Bambang seolah-olah menjadi oase. ^^
Nggak lama dari itu, acara ditutup dengan menyanyikan lagu angkatan dan avanti MTI bersama dengan posisi mengelilingi api unggun. Meskipun capek, tapi bukan berarti mengurangi semangat untuk ber-avanti.
Avanti MTI
Alaris corscha
Pre siempre viva
Pre siempre viva
Avanti MTI
Alaris corscha
Pre siempre viva
Thriumph vera hu ha ha…
Always unity forever we are
Always unity whenever we are
Always unity wherever we are
Viva la MTI et la libertat, hey!
Nemu Lirik2 Lagu Dharma Wanita LOEDROEK ITB (2)
ini dia lirik lagu2 yang dibawakan oleh para ibu2 Dharma Wanita Loedroek ITB
- Mencontek (Hapus Aku by Nidji)
Pandang semua kondisi
Kondisi di ruang ujian
Ku.. lihat dia terlena
Saatnya beraksi
Bridge: Tulis semua jawaban
Yang kucontek dari teman
Dan lihat mata pengawas
Apakah ke arahku
Reff: Maafkan aku Tuhan
Aku belum belajar
Biarkan aku.. aku
Buat dosa
Tolonglah aku teman
Aku belum belajar
Berikan aku.. aku
Jawabanmu
Mata.. si pengawas
Mulai melirik ke arahku
Dan.. aku mulai gelisah
Ku menunduk saja
Bridge: Wahai pengawas ujian
Biar ku tulis jawaban
Ku tahu dulu dirimu
Juga sering begitu
Reff: Bantulah aku Tuhan
B’ri jawaban yang benar
Kucontek teman.. teman
Kiri – kanan
Terima kasih teman
Atas semua jawaban
Agar diriku.. aku
Tidak ngulang..
- Judul TA-ku yang Kedua (Jadikan aku yang kedua by Astrid)
Jika lulusku tertunda
Masalahnya ada pada TA
TA yang pertama tidak diterima
Padahal udah beres bab lima
(obrolan)
Jika aku pasrah saja
Aku malu pada orangtua
Aku ganti TA aku ganti tema
Maka kubikin judul kedua
Reff: Judul TA-ku yang kedua
Membuat lulusku tertunda
Pengin Juli, tidak jadi
Oktober pun belum pasti
(Tertunda.. Tertunda.. Tertunda.. hey… Tertunda..)
Hasrat tuk cepat wisuda
Akhirnya kandas di tingkat lima
Tetapi diriku tetap berusaha
Cepat lulus agar cepat kerja
Jika aku pasrah saja
Aku malu pada orangtua
Aku ganti TA aku ganti tema
Bikin TA sampai yang kelima
Reff: Judul TA-ku yang kelima
Inilah TA yang diterima
Bulan depan.. diwisuda
Siap-siap ke Sabuga
Akhirnya aku diwisuda
Langsung dapat tawaran kerja
Calon sudah siap nikah
Jadwal kawin di Empat Mata??
(………)
Akhirnya aku diwisuda
Langsung dapat tawaran kerja
Calon sudah siap nikah
Jadwal kawin di depan mata
(yang kedua.. yang kelima.. diterima…)
http://loedroek.itb.ac.id/
Nemu Lagu2 gubahannya Dharma Wanita LOEDROEK ITB
Lagu asli : Seurieus (Bdg, 19 Okt)
Lagu DW by: Faser & Abas
Jomblo Adalah Pilihan
Malam minggu di kosan
cuma duduk sendiriiian
mengerjakan laporan
syarat ikut ujiaaan
*Melody*
Nggak sempet kepikiran
tuk ngegebet kecengaaan
benak berangan-angan
kapan bisa pacaraaan oh…
Reff:
S’gala upayaku
nggebet kecenganku
kandas selalu
habiskan uangku
turunkan IP ku
oh Ibu…
(2x)
oh jomblo…
itu bukanlah kutukan
oh jomblo…
adalah pilihan
*Melody lagi*
Mbalik nang reff
Jomblo bukan kutukan
Jomblo itu pilihan
Lagu asli : Samson (Naluri leleaki)
Lagu DW by: Abas & Anang
Naluri Swasta
Aku adalah swasta
Yang tak pernah lelah
Mengulang kuliah
Aku adalah swasta
Yang selalu gundah
Menunggu wisuda….ku
Oh.. oh.. oh…
*
Aku adalah swasta
Yang pantang menyerah
Mengerjakan TA
Aku adalah swasta
Yang selalu ingin
Dibuai pembimbing…ku
Jangan marahi aku
Jangan habisi aku
Jangan revisi aku
Agar aku cepat lulus
Agar aku cepat kerja
Agar aku bisa cepat kawin oohhhh….
Naluriku sebagai swasta
Membuatku menginginkan
Berjuta nilai A di transkripku oh…
Naluriku sebagai swasta
Membuatku merindukan
wisuda di..i sabuga
Back to *
Lagu Asli : Letto – Sampai Nanti Sampai Mati
Lagu DW by ‘99 ‘00
1.
kalau kau pernah cinta mati…. sama
kalau kau pernah patah hati…. aku sering kali
berulang kali…. aku nyatakan lagi
tanpa basa-basi….. kepadanya
ditolak lagi….. kuu tak peduli
kalau kau kejar cintamu…. kalut
kalau kau ditolak lagi…. cariii cowok lain
(a)tetap semangat… berburu lelaki… di setiap prodi
sampai dapat….. atau mati
siapa bilang… hanya kaum lelaki
cewek juga…
juga bisa… nyatakan isi hati
hari gini!!!
2.
kalau kau suka anak arsi … sama
kalau ama anak farmasi … udah berkali-kali
dan sering kali anak biologi … juga planologi
seni murni … sampai ti
uu .. akuntansi
kalau kejar anak sbm … susah!!
kalau kau ditolak lagi .. jangan ke alkateri..
(b)tetap semangat… berburu neng geulis
di setiap prodi sampai dapat …
atau mati
jarang memang kalo geodesi
jarang memang…
apalagi anak geologi
apalagi…
(a)(b)
sampai mati….
http://loedroek.itb.ac.id/
