Anda hanya hidup sekali saja, tetapi jika Anda menjalani kehidupan ini dengan benar, insya Allah sekali saja pun cukup.
Archive for For U Know
Hanya sekali….
Terjatuh di Bawah Pesona Braga
Judulnya mungkin agak aneh. Hehehe…nggak matching-matching amat sama yang mau ditulis.
Sabtu sore, akhirnya bisa bernafas lega setelah presentasi TUBES PROSMAN. Yah, meskipun masih ada dua TUBES dan dua UAS menanti. Hmmm…. Akhirnya ada waktu luang juga buat beli bahan-bahan sama Aisha. Setelah googling, ternyata TKP nya ada di Jalan Otista. Hmm… nggak asing nih kayaknya. Tapi, meskipun udah coba diinget-inget, tetep nggak bisa inget juga. Dengan bermodal nekat dan bermodal nanya-nanya orang di jalan akhirnya kita berdua tahu juga kalo Jl. Otista itu jalan tempat Pasar Baru. Langsung deh spontan bilang, “Oiya ya…”
Di TKP sempet kaget karena harga ternyata lebih mahal dari harga yang kita survey. Akhirnya dengan nawar-nawar sampe poll lumayan juga dapet kortingan harga. Berhubung di luaran sana masih hujan deres (bener-bener deres), kita mutusin untuk ke Pasar Baru dulu, sekalian sholat dan nyari minum. Herannya kenapa setiap ke Pasar Baru kepala saya pasti pusing. Ckk…ckkk…
Sekitar jam 5 kurang kita keluar dari Pasar Baru dan alhamdulillah hujan sudah reda. Saatnya untuk pulang. Selama di perjalanan semuanya lancar-lancar saja. Meskipun Aisha agak-agak lupa rute pulang, tapi nggak begitu bermasalah. Sampe akhirnya ketika memasuki Braga, problem dimulai. Braga saat itu macet. Saya dan Aisha melintasi sepanjang pertokoan yang banyak menawarkan lukisan. Baru pertama kali saya melintasi jalan ini. Sebelumnya sering lewat daerah Braga. Tapi, baru kali ini saya terpesona dengan Braga.
Jalanan yang kami lalui cukup unik, tidak terbuat dari aspal, melainkan semacam tegel bebatuan. Cantik, batin saya dalam hati. Sesaat saya masih terpukau dengan lukisan-lukisan yang dijajakan di pinggiran trotoar. Tiba-tiba, saya merasa bahwa motor Aisha oleng dan sekian detik kemudian saya dan Aisha sudah terjerembab di Aspal. Motor Aisha bergesekkan dengan aspal, untungnya Aisha sedang tidak mengebut. Semua terjadi dengan begitu cepat. Serombongan bapak-bapak segera menghampiri kami, berusaha menolong.
Alhamdulillah, saya dan Aisha baik-baik saja. Tanpa luka yang berarti. Meskipun kaki kiri saya memar karena membentur trotoar. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Sayangnya motor Aisha nggak seberuntung kita berdua. Si motor jadi agak trouble gitu. Yah, semoga besok si motor bisa segera sembuh setelah dibawa ke bengkel.
Sebelumnya juga Aisha hampir nabrak truk kontainer di Jalan Sudirman. Saya udah bener-bener kaget. Saya kira kita bener-bener bakal nabrak truk itu. Tapi, alhamdulillah, tangan Aisha bereaksi dengan sangat cepat. Bahkan menurutnya jauh lebih cepat dibanding pikirannya. Fiuhh…selamet.
Dua hari ini kayaknya saya akrab banget dengan insiden-insiden lalu lintas. Kemaren saya hampir dua kali ketabrak mobil. Alhamdulillah, nggak beneran ketabrak.
FOKUS dan HATI-HATI, itu hikmah yang bisa saya ambil hari ini.
Tentang Menulis (Sharing dari Salim A. Fillah)
“Alangkah indahnya syair, bila di dalamnya terdapat pemahaman mendalam tentang agama Allah” (-Salim A. Fillah-)
Dari kecil, selain gambar, membaca, masak, dan berlari, menulis juga merupakan salah satu hal yang saya sukai. Sejak kecil (baca: SD) saya sudah menulis buku harian. Buku harian pertama saya dibelikan oleh ibu saya, berwarna kuning, bergambarkan puppy di cover depannya. Saya menuangkan segala suka dan duka cita dalam buku harian itu. Sampe sekarang kalo ditotal-total mungkin buku harian saya udah lebih dari sepuluh,hehe…
Tapi, selama ini karena terbiasa menulis di dalam buku harian, saat menulis di blog ini juga jadinya seperti menulis di buku harian. Saya hanya menulis apa yang ingin saya tulis. Saya hanya ingin menuangkan unek-unek saya. Saat menulis, tidak terpikirkan oleh saya tentang keinginan apa yang diinginkan oleh orang yang membaca blog ini, manfaat apa yang bisa mereka peroleh. Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya. Bisa dibilang sebagai seorang penulis, saya adalah penulis yang egois. Dan saya baru sadar saat saya mendengarkan Sharing tentang menulis dari Salim A. Fillah di Salman Minggu, 14 Maret 2010 kemarin.
Menurut Salim A. Fillah, yang keindahan karyanya tidak perlu dipertanyakan lagi, sebuah tulisan itu hendaklah menyentuh, mempunyai kemampuan untuk membangkitkan, tentunya ke arah-arah yang positif. Ketika seorang penulis menulis dengan tulus dan ikhlas, insya allah karyanya akan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Tulisan yang tulus akan datang dari jiwa yang tulus murni, dengan niat yang bersih.
Seorang penulis yang baik, bukanlah orang yang menunggu inspirasi / mood datang kepadanya. Tetapi orang itulah yang harus berusaha mencari agar inspirasi dan mood nya datang. Salim A. Fillah sendiri mengungkapkan bahwa ia menulis untuk mengikat ilmu yang sudah ia miliki. Dan selain bermanfaat bagi penulisnya sendiri, ilmu yang diikat ini tentunya bermanfaat bagi pembacanya.
“Menulis tidak hanya untuk membagi kebenaran, tapi untuk mencari kebenaran yang lebih banyak.” (-Salim A. Fillah-)
Saya suka kalimat beliau di atas, karena ketika kita akan membagi suatu kebenaran, maka sebelumnya kita harus mencari fakta-fakta lebih banyak mengenai kebenaran itu untuk diungkap.
Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menulis menurut Salim A. Fillah :
- Daya Sentuh/ Daya Dobrak –> berusahalah setulus mungkin dalam menulis, karena dengan niat yang tulus sebuah tulisan akan mampu menyentuh pembacanya.
- Daya Isi –> mengungkapkan sejauh mana pemahaman yang dimiliki. Semakin tinggi pemahaman penulis, tentunya akan semakin tinggi pula pemahaman yang bisa dipetik oleh pembaca. Selain itu, hendaklah dalam menulis memerhatikan proses yang terkandung dalam tulisan. Segala hal di dunia ini butuh proses, begitu pula dengan suatu kisah dalam tulisan, meskipun fiktif belaka, tetapi juga memerlukan suatu proses.
- Daya untuk menjelaskan –> yaitu semangat untuk showing, bukan untuk telling. Ketika menulis dengan segala kerendahan hati, tanpa bermaksud menggurui, maka sebuah tulisan akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan tempat di hati pembacanya. Kebanyakan buku-buku textbook tidak disenangi, bukan hanya karena tebalnya saja, tapi juga karena buku-buku textbook hanya berusaha memberitahu bahwa ini begini dan ini begitu. Sementara buku-buku psikologi, lebih kepada sharing, berbagi, sehingga pembaca akan jauh lebih mudah untuk menerima dan menyukainya.
- Misalnya ntuk menunjukkan bahwa waktu itu relatif, buku psikologi mempunyai caranya sendiri untuk mendeskripsikan bahwa waktu itu relatif, tidak dengan cara Einstein yang mungkin lebih sulit untuk dimengerti.
“Jika bersama wanita muda nan cantik, lima menit hanya terasa sepersekian detik. Namun, jika bersama orang tua yang menjenuhkan, lima menit terasa bagaikan lima tahun.”
Sharing bersama Salim A. Fillah ini cukup membuka mata dan hati saya. Semakin membangkitkan kesukaan saya untuk menggoreskan pena di atas kertas. Dan semoga setelah ini keegoisan saya dalam menulis bisa pudar seiring dengan berjalannya waktu. Mari menulis teman-teman! ^^
What a coincidence!
Sebelum balik ke Bandung, sempet baca-baca buku harian jaman SMA. Nggak sengaja nemuin puisi karya Sapardi Djoko Damono. Baru malem ini kepikiran untuk publish di blog puisi beliau.
Tiba-tiba waktu nggak sengaja nge-klik fb nya si Kukuh (baca: chen2) ada wall dari temennya yang isinya :
UPS! Kamu yakin gak pernah
denger yang satu ini..?“aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abuaku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Temui dan ngobrol dengan Penulisnya
di gedung G, Kampus STAN, 6 Februari Jam 09:00!!!Jangan lupa beli buku terbitan anak STAN ‘Koloid’ cuma 15.ooo yippi
Nah,lho! Bisa kebetulan banget gini ya…
Wah, jadi pengen liat langsung penulisnya. Hmmm… tapi itu bener-bener nggak mungkin karena tanggal segitu kan ada agenda PM MTI ke desa Cihanjuang. Lagipula kalopun nggak ada agenda PM MTI, aku lebih prefer liat itb fair. Yah, siapa tahu next time ada kesempatan lain.
Nemu Lirik2 Lagu Dharma Wanita LOEDROEK ITB (2)
ini dia lirik lagu2 yang dibawakan oleh para ibu2 Dharma Wanita Loedroek ITB
- Mencontek (Hapus Aku by Nidji)
Pandang semua kondisi
Kondisi di ruang ujian
Ku.. lihat dia terlena
Saatnya beraksi
Bridge: Tulis semua jawaban
Yang kucontek dari teman
Dan lihat mata pengawas
Apakah ke arahku
Reff: Maafkan aku Tuhan
Aku belum belajar
Biarkan aku.. aku
Buat dosa
Tolonglah aku teman
Aku belum belajar
Berikan aku.. aku
Jawabanmu
Mata.. si pengawas
Mulai melirik ke arahku
Dan.. aku mulai gelisah
Ku menunduk saja
Bridge: Wahai pengawas ujian
Biar ku tulis jawaban
Ku tahu dulu dirimu
Juga sering begitu
Reff: Bantulah aku Tuhan
B’ri jawaban yang benar
Kucontek teman.. teman
Kiri – kanan
Terima kasih teman
Atas semua jawaban
Agar diriku.. aku
Tidak ngulang..
- Judul TA-ku yang Kedua (Jadikan aku yang kedua by Astrid)
Jika lulusku tertunda
Masalahnya ada pada TA
TA yang pertama tidak diterima
Padahal udah beres bab lima
(obrolan)
Jika aku pasrah saja
Aku malu pada orangtua
Aku ganti TA aku ganti tema
Maka kubikin judul kedua
Reff: Judul TA-ku yang kedua
Membuat lulusku tertunda
Pengin Juli, tidak jadi
Oktober pun belum pasti
(Tertunda.. Tertunda.. Tertunda.. hey… Tertunda..)
Hasrat tuk cepat wisuda
Akhirnya kandas di tingkat lima
Tetapi diriku tetap berusaha
Cepat lulus agar cepat kerja
Jika aku pasrah saja
Aku malu pada orangtua
Aku ganti TA aku ganti tema
Bikin TA sampai yang kelima
Reff: Judul TA-ku yang kelima
Inilah TA yang diterima
Bulan depan.. diwisuda
Siap-siap ke Sabuga
Akhirnya aku diwisuda
Langsung dapat tawaran kerja
Calon sudah siap nikah
Jadwal kawin di Empat Mata??
(………)
Akhirnya aku diwisuda
Langsung dapat tawaran kerja
Calon sudah siap nikah
Jadwal kawin di depan mata
(yang kedua.. yang kelima.. diterima…)
http://loedroek.itb.ac.id/
Nemu Lagu2 gubahannya Dharma Wanita LOEDROEK ITB
Lagu asli : Seurieus (Bdg, 19 Okt)
Lagu DW by: Faser & Abas
Jomblo Adalah Pilihan
Malam minggu di kosan
cuma duduk sendiriiian
mengerjakan laporan
syarat ikut ujiaaan
*Melody*
Nggak sempet kepikiran
tuk ngegebet kecengaaan
benak berangan-angan
kapan bisa pacaraaan oh…
Reff:
S’gala upayaku
nggebet kecenganku
kandas selalu
habiskan uangku
turunkan IP ku
oh Ibu…
(2x)
oh jomblo…
itu bukanlah kutukan
oh jomblo…
adalah pilihan
*Melody lagi*
Mbalik nang reff
Jomblo bukan kutukan
Jomblo itu pilihan
Lagu asli : Samson (Naluri leleaki)
Lagu DW by: Abas & Anang
Naluri Swasta
Aku adalah swasta
Yang tak pernah lelah
Mengulang kuliah
Aku adalah swasta
Yang selalu gundah
Menunggu wisuda….ku
Oh.. oh.. oh…
*
Aku adalah swasta
Yang pantang menyerah
Mengerjakan TA
Aku adalah swasta
Yang selalu ingin
Dibuai pembimbing…ku
Jangan marahi aku
Jangan habisi aku
Jangan revisi aku
Agar aku cepat lulus
Agar aku cepat kerja
Agar aku bisa cepat kawin oohhhh….
Naluriku sebagai swasta
Membuatku menginginkan
Berjuta nilai A di transkripku oh…
Naluriku sebagai swasta
Membuatku merindukan
wisuda di..i sabuga
Back to *
Lagu Asli : Letto – Sampai Nanti Sampai Mati
Lagu DW by ‘99 ‘00
1.
kalau kau pernah cinta mati…. sama
kalau kau pernah patah hati…. aku sering kali
berulang kali…. aku nyatakan lagi
tanpa basa-basi….. kepadanya
ditolak lagi….. kuu tak peduli
kalau kau kejar cintamu…. kalut
kalau kau ditolak lagi…. cariii cowok lain
(a)tetap semangat… berburu lelaki… di setiap prodi
sampai dapat….. atau mati
siapa bilang… hanya kaum lelaki
cewek juga…
juga bisa… nyatakan isi hati
hari gini!!!
2.
kalau kau suka anak arsi … sama
kalau ama anak farmasi … udah berkali-kali
dan sering kali anak biologi … juga planologi
seni murni … sampai ti
uu .. akuntansi
kalau kejar anak sbm … susah!!
kalau kau ditolak lagi .. jangan ke alkateri..
(b)tetap semangat… berburu neng geulis
di setiap prodi sampai dapat …
atau mati
jarang memang kalo geodesi
jarang memang…
apalagi anak geologi
apalagi…
(a)(b)
sampai mati….
http://loedroek.itb.ac.id/
Meteor Garden VS Hana Yori Dango VS Boys Before Flowers
Siang ini, Nella sms, dia bilang mau maen ke kosan, pengen nonton DVD Korea. Hehehe, biasanya yang ada kita logprogan mulu.
Nggak lama kemudian Nella dateng, akhirnya setelah bingung2 mau nonton yang mana, Nella mutusin buat nonton BBF. Walopun saya uda berkali-berkali nonton ini film, tapi anehnya nggak bosen. Sore ini pun sukses cekikikan bareng Nella dan untuk sejenak lupa akan derita kuliah beberapa waktu belakangan ini,hehehe…
Jam 5 berangkat ke kampus(lagi) karena ada Rapat BBU. Di tengah rapat tiba2 si Radit nunjukin gambar2 mobil-mobilnya para f4 versi BBF, sambil nanya,”punya nya Gu Jun Pyo yang mana ya?” Wah, hari ini full BBF yak, hehe..
Dan barusan secara nggak sengaja, aku nemuin foto di bawah ini…
Hmmm…yang nggak saya ikutin cuma yang Hana Yori Dango. Paling suka sih BBF, memang sayanya lebih demen Korea punya sih,hehehe….
Ngelem, Sudah Jadi Tradisi?
Kunjungan Asyik ke Ciroyom pada hari Minggu, tanggal 18 November 2009, mengenalkan saya pada anak-anak jalanan Ciroyom binaan Rubel Sahaja. Anak-anak jalanan ini berasal dari berbagai wilayah, seperti Cimahi, Tasikmalaya, bahkan ada yang berasal dari Karawang. Anak-anak tersebut kebanyakan menjadi anak jalanan akibat faktor ekonomi dan keluarga. Salah satu hal menarik sekaligus memprihatinkan yang saya saksikan adalah hampir semua anak-anak jalanan ini ‘ngelem’. Ya, kebudayaan ngelem sepertinya sudah menjadi tradisi dalam kehidupan mereka. Selama ini saya pribadi memang sudah sering mendengar mengenai istilah ‘ngelem’, yaitu kecanduan lem Aibon. Tapi, baru kali ini saya secara langsung melihat peristiwa itu dan tragisnya saya dan teman-teman lainnya tidak dapat berbuat apa-apa. Kami hanya dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari lem untuk beberapa saat saja, yaitu dengan kegiatan seperti main bola, memandikan anak-anak, menonton film-film pendek, menggambar, dan menyanyi bersama.
Tebak Karaktermu Lewat Hewan – Hewan Favoritmu
Dulu pas SMP nggak sengaja pernah nemuin tebak-tebakan ini dari salah satu teenlit luar negeri. Tapi, lupa judul novelnya apa. Soalnya, kayaknya itu novel pinjeman dari Vhytis.
_START_
Sebutkan tiga hewan yang kamu sukai dan berikan alasan kenapa kamu menyukai hewan-hewan tersebut, harus berurutan dari yang paling kamu sukai sampai seterusnya!
Contohnya :
1. Kelinci : lucu, menggemaskan, rapuh
2. Panda : hangat, kalem, dewasa
3. Merpati : setia, anggun, tenang
(Pertanyaannya selesai, pendek banget yaa, hehehe…. Dijawab dulu ya pertanyaannya baru lanjut ke bawah, kalo nggak nanti nggak asyik lho kalo bocor, jadi nggak natural, *keSOTOYan lagi kumat* ^^)









