Archive for tips TIPS tips

Tentang Menulis (Sharing dari Salim A. Fillah)

“Alangkah indahnya syair, bila di dalamnya terdapat pemahaman mendalam tentang agama Allah” (-Salim A. Fillah-)

Dari kecil, selain gambar, membaca, masak, dan berlari, menulis juga merupakan salah satu hal yang saya sukai.  Sejak kecil (baca: SD) saya sudah menulis buku harian.  Buku harian pertama saya dibelikan oleh ibu saya, berwarna kuning, bergambarkan puppy di cover depannya.  Saya menuangkan segala suka dan duka cita dalam buku harian itu.  Sampe sekarang kalo ditotal-total mungkin buku harian saya udah lebih dari sepuluh,hehe…

Tapi, selama ini karena terbiasa menulis di dalam buku harian, saat menulis di blog ini juga jadinya seperti menulis di buku harian.  Saya hanya menulis apa yang ingin saya tulis.  Saya hanya ingin menuangkan unek-unek saya.  Saat menulis, tidak terpikirkan oleh saya tentang keinginan apa yang diinginkan oleh orang yang membaca blog ini, manfaat apa yang bisa mereka peroleh.  Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya.  Bisa dibilang sebagai seorang penulis, saya adalah penulis yang egois.  Dan saya baru sadar saat saya mendengarkan Sharing tentang menulis dari Salim A. Fillah di Salman Minggu, 14 Maret 2010 kemarin.

Menurut Salim A. Fillah, yang keindahan karyanya tidak perlu dipertanyakan lagi, sebuah tulisan itu hendaklah menyentuh, mempunyai kemampuan untuk membangkitkan, tentunya ke arah-arah yang positif.  Ketika seorang penulis menulis dengan tulus dan ikhlas, insya allah karyanya akan lebih mudah dipahami oleh pembaca.  Tulisan yang tulus akan datang dari jiwa yang tulus murni, dengan niat yang bersih.

Seorang penulis yang baik, bukanlah orang yang menunggu inspirasi / mood datang kepadanya.  Tetapi orang itulah yang harus berusaha mencari agar inspirasi dan mood nya datang.  Salim A. Fillah sendiri mengungkapkan bahwa ia menulis untuk mengikat ilmu yang sudah ia miliki.  Dan selain bermanfaat bagi penulisnya sendiri, ilmu yang diikat ini tentunya bermanfaat bagi pembacanya.

“Menulis tidak hanya untuk membagi kebenaran, tapi untuk mencari kebenaran yang lebih banyak.” (-Salim A. Fillah-)

Saya suka kalimat beliau di atas, karena ketika kita akan membagi suatu kebenaran, maka sebelumnya kita harus mencari fakta-fakta lebih banyak mengenai kebenaran itu untuk diungkap.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menulis menurut Salim A. Fillah :

  1. Daya Sentuh/ Daya Dobrak –> berusahalah setulus mungkin dalam menulis, karena dengan niat yang tulus sebuah tulisan akan mampu menyentuh pembacanya.
  2. Daya Isi –> mengungkapkan sejauh mana pemahaman yang dimiliki.  Semakin tinggi pemahaman penulis, tentunya akan semakin tinggi pula pemahaman yang bisa dipetik oleh pembaca.  Selain itu, hendaklah dalam menulis memerhatikan proses yang terkandung dalam tulisan.  Segala hal di dunia ini butuh proses, begitu pula dengan suatu kisah dalam tulisan, meskipun fiktif belaka, tetapi juga memerlukan suatu proses.
  3. Daya untuk menjelaskan –> yaitu semangat untuk showing, bukan untuk telling.  Ketika menulis dengan segala kerendahan hati, tanpa bermaksud menggurui, maka sebuah tulisan akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan tempat di hati pembacanya.  Kebanyakan buku-buku textbook tidak disenangi, bukan hanya karena tebalnya saja, tapi juga karena buku-buku textbook hanya berusaha memberitahu bahwa ini begini dan ini begitu.  Sementara buku-buku psikologi, lebih kepada sharing, berbagi, sehingga pembaca akan jauh lebih mudah untuk menerima dan menyukainya.
  • Misalnya ntuk menunjukkan bahwa waktu itu relatif, buku psikologi mempunyai caranya sendiri untuk mendeskripsikan bahwa waktu itu relatif, tidak dengan cara Einstein yang mungkin lebih sulit untuk dimengerti.

“Jika bersama wanita muda nan cantik, lima menit hanya terasa sepersekian detik.  Namun, jika bersama orang tua yang menjenuhkan, lima menit terasa bagaikan lima tahun.”

Sharing bersama Salim A. Fillah ini cukup membuka mata dan hati saya.  Semakin membangkitkan kesukaan saya untuk menggoreskan pena di atas kertas.  Dan semoga setelah ini keegoisan saya dalam menulis bisa pudar seiring dengan berjalannya waktu. Mari menulis teman-teman! ^^

Comments (3) »

JERAUL, alias Jerawat Unggul

Kenapa ya tiba-tiba saya pengen nulis tentang jerawat. Yah, ini sepertinya terinspirasi oleh sepasang jerawat yang saat ini sedang menghiasi pipi kiri saya.  Wah, ibaratnya malam itu tidak indah bila tanpa bintang, maka wajah pun tidak indah bila tak dihiasi jerawat.  Tapi, kayaknya analogi ini sumbang banget. Hehehe…

Keberadaan jerawat nggak bisa dibilang sebagai anugerah karena kehadirannya membuat wajah tidak indah dan yang paling utama ‘sakit’nya itu.  Munculnya jerawat bisa disebabkan faktor eksternal dan internal.  Faktor eksternal dapat berupa kotornya wajah akibat aktivitas di luar ruangan, faktor makanan yang dikonsumsi, dan lain-lain.  Sementara faktor internal dapat diakibatkan oleh keadaan hormonal individu tersebut dan faktor psikis seperti stress.

Banyak cara dapat ditempuh untuk mengusir jerawat, misalnya dengan menggunakan obat dari luar, semacam gel, salep atau bedak.  Selain itu juga dapat dengan mengonsumsi obat-obatan dari dalam.  Nah, ada cara alami yang dapat ditempuh agar dapat mengucapkan say good bye pada jerawat, yaitu dengan menggunakan jeruk nipis.  Wah, jadi ngingetin saya sama paper saya untuk lulus dari Advance levelnya LBB LIA tentang Citrus Aurantifolia alias jeruk nipis.  Caranya gampang saja. Belah sebuah jeruk nipis, kemudian oleskan belahan bagian dalamnya, yaitu bagian buahnya, ke wajah kita.  Dijamin, perih seketika! Namun, cukup mujarab untuk mengusir jerawat yang membandel.  Selamat mencoba!  Rasa perih-perih silakan ditanggung sendiri oleh penderita. Hehe…

(^_^)V

Comments (9) »

Cara bikin ‘Clay Tepung’

clay

Kata ‘clay’ mungkin sudah tidak begitu asing lagi di telinga kita.  Clay yang dapat dibentuk-bentuk sesuka hati seperti plastisin/malam ini tidak hanya disukai oleh anak-anak saja, tetapi juga memikat hati oleh orang dewasa juga.  Namun, clay yang dijual dipasaran harganya relatif mahal.  Untuk polimer clay merek Sculpey dibandrol dengan harga Rp.16.000/14 gram, sementara merek Fimo Rp19.000/14 gram.

Gimana kalau kita membuat sendiri clay ini.  Caranya pun tidak terlalu sulit.

Bahan-bahan yang diperlukan :

-Tepung tapioka : Tepung Terigu : Tepung beras dengan perbandingan 1:1:1

-Lem kayu (misalnya lem fox)

-Sedikit natrium benzoat atau pengawet makanan (agar hasilnya tahan lama dan tidak berjamur

- Cat akrilic/ cat poster/ cat air

-Pilox bening/kuteks bening

Cara membuat :

Campur ketiga tepung, tuangkan lem sedikit demi sedikit, hingga terasa pas, tidak lengket di tangan.  Kemudian pisahkan adonan menjadi beberapa bagian, sesuai dengan jumlah warna yang diinginkan.  Lalu campurkan cat sedikit demi sedikit sampai dihasilkan warna yang diinginkan.  Clay tepung pun siap untuk dibentuk sesuka hati.  Setelah itu jemur bentuk yang telah dibuat hingga kering.  Setelah  itu semprot bentuk dengan pilox bening atau olesi dengan cat kuku agar tahan lebih lama dan mengkilap.

Comments (4) »

Ketika Anda Menjadi Public’s Enemy

Mungkin judul tersebut terlalu berlebihan.  Namun, dalam hidup ini, mungkin Anda pernah merasakan masa – masa dimana Anda merasa terpojok. Anda merasa bahwa semua orang di sekitar Anda memusuhi Anda. Rasanya tentu sangat tidak nyaman. Ketika Anda hanya seorang diri harus melawan sekumpulan orang – orang yang tidak menyukai Anda.

Pada dasarnya kita sebagai manusia biasa, yang tidak luput dari khilaf dan dosa.  Tentu saja kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita dan mau menerima kita apa adanya.  Rasulullah SAW yang begitu sungguh mulia saja, masih ada yang memusuhi, apalagi kita yang hanya manusia biasa.  Namun, tentunya kita dapat berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi agar kita bisa diterima di suatu komunitas.

Berikut merupakan tips-tips yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan bersama.

1. Introspeksi

Ketika Anda merasa tidak nyaman di suatu komunitas, sebelum Anda mencari-cari siapa oknum yang membuat Anda tidak nyaman, alangkah baiknya Anda bercermin terlebih dahulu.  Mungkin saja yang membuat oknum tersebut bersikap negatif terhadap Anda justru karena sikap Anda sendiri.

2. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang orang lain

Seringkali ketika menghadapi suatu masalah, kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Kita hanya melihat dari kacamata kita sendiri. Cobalah untuk mulai berempati kepada orang lain.  Cobalah untuk memosisikan diri kita sebagai orang lain. Bagaimana seandainya saya adalah orang itu. Jangan hanya mengedapankan ke’AKU’anku.  Kita terlahir sebagai makhluk sosial, jika kita ingin orang lain bersikap baik kepada kita, maka bersikap baik pula lah kepada orang lain. Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai.

3. Ubah pola pikir Anda

Nyaman atau tidaknya kita di dalam suatu komunitas juga dapat dibangun dari mind set kita sendiri, ketika kita selalu berfikir bahwa ‘Saya merasa tidak nyaman di sini’, maka kita pun tidak akan pernah merasa nyaman.

4. Saling Memaafkan

Sebuah hadits mengatakan bahwa orang yang tidak mau memaafkan orang lain tidak akan masuk surga.  Sebesar apapun kesalahan seseorang kepada kita, cobalah untuk selalu berusaha memberikan maaf.  Kita pasti pernah berbuat salah. Ketika berbuat salah, kita tentu ingin dimaafkan. Begitu pun halnya orang lain.  Allah SWT saja Maha Pengampun, mengapa kita makhluk-Nya justru tidak bisa saling memafkan.

NB : Seandainya hal-hal di atas terkesan menggurui, saya mohon maaf sebelumnya.

Saya sama sekali tidak bermaksud menggurui atau istilahnya sok dewasa.

Semoga hal-hal di atas dapat bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan bersama.

Comments (2) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.