Archive for HOBBIES

Kekal by Homogenic (Ost CIN(T)A)

It’s so dark in here
No I can`t see alight

Take all the fires on me
It`s all my desire
But you just surrender
Take all the pain in your dreams

Langkahku terpejam
Titik ku berada
Perlahan arahku memudar

Semu bayangku
Cermin tak berujar
Kemana arahku berjalan


Semua
Tertuju pada bayangku
Saat
Kau renggut nafas jiwaku

Semua
Tertuju pada bayangku
Biaskan angkuh diriku

Link download :

Homogenic_Kekal.mp3

Comments (1) »

The Show by Lenka (ost Ugly Betty)

Lyric Lenka The Show:
I’m just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don’t know where to go I can’t do it alone I’ve tried
And I don’t know whySlow it down
Make it stop
Or else my heart is going to pop
‘Cause it’s too much
Yeah, it’s a lot
To be something I’m not

I’m a fool
Out of love
‘Cause I just can’t get enough

I’m just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I don’t know where to go I can’t do it alone I’ve tried
And I don’t know why

I’m just a little girl lost in the moment
I’m so scared but I don’t show it
I can’t figure it out
It’s bringing me down I know
I’ve got to let it go
And just enjoy the show

The sun is hot
In the sky
Just like a giant spotlight
The people follow the sign
And synchronize in time
It’s a joke
Nobody knows
They’ve got a ticket to that show
Yeah

I’m just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I dont know where to go I can’t do it alone I’ve tried
And I don’t know why

I’m just a little girl lost in the moment
I’m so scared but I don’t show it
I can’t figure it out
It’s bringing me down I know
I’ve got to let it go
And just enjoy the show

Just enjoy the show

I’m just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
I dont know where to go I can’t do it alone I’ve tried
And I don’t know why

I’m just a little girl lost in the moment
I’m so scared but I don’t show it
I can’t figure it out
It’s bringing me down I know
I’ve got to let it go
And just enjoy the show

dum de dum
dudum de dum

Just enjoy the show

dum de dum
dudum de dum

Just enjoy the show

I want my money back
I want my money back
I want my money back
Just enjoy the show

I want my money back
I want my money back
I want my money back
Just enjoy the show

Link untuk download :

TheShow.Lenka.mp3

Leave a comment »

Risoles Cinta (Geleuh Pisan Judulnya)

Jujur baca Judul Resep ini pasti geleuh pisan.  Hehe, saya yang nulis aja geleuh, apalagi orang yang baca.

Tapi, nama resep yang satu ini memang begitulah adanya.  Resep ini resep warisan turun-temurun di kosan saya dan akhirnya berhenti/ mandek di saya karena saya nggak nerusin resep ini.  Resep ini berawal dari teh Lia, yang saya sendiri nggak tahu orangnya yang mana.  Katanya si teh Lia ini diajarin sama ibu pacarnya.  Terus resep ini diturunin ke teteh-teteh kosan lainnya, yaitu teh Mona dan teh Rani.  Terus Teh Mona ngewarisinnya lagi ke Teh Zahra.  Dan Teh Zahra ngewarisin lagi ke saya.  Dan sekarang resepnya terhenti di saya.  Dan saya belum pernah mempraktikkannya sendiri.

Kenapa disebut risoles cinta? Karena si teteh-teteh di kosan saya ini ternyata cuma bikin risoles ini buat pacarnya doang.  Heuheu…  Kesannya ko risolesnya keramat amat yaa…

Yang bikin risoles ini beda adalah risoles ini dibuatnya dengan penuh cinta.  Halah, bukan-bukan.  Yang membuat risoles ini beda adalah isi di dalem risoles itu sendiri.  Yak kalo saya bilang isinya gahul yaa…  Elitlah, nggak kaya risoles biasa yang isinya sayur-sayuran.  Risoles ini ‘Bule’ banget menurut saya.  Penasaran kan… Sok praktekin aja resep berikut!

Bahan :

Tepung Terigu

Telur

Garam

Mentega

Tepung Panir

Daging Asap

Keju

Mayonaise

Cara memasak :

“Kok nggak ada takarannya Mira?” –> Waduh, punten, waktu itu saya cuma jadi asistennya Teh Zahra, jadi lupa-lupa inget.

1.  Untuk membuat Kulit Risolesnya

- Kocok telur, tambahkan tepung terigu, dan juga garam secukupnya.  Aduk adonan hingga merata.

- Panaskan mentega di atas teflon. Kemudian dadar adonan di atas teflon.  Bentuknya usahakan sebundar mungkin ya biar bagus, dan usahakan setipis mungkin.  Tips : Gunakan centong sayur ukuran medium buat menakar adonan yang mau didadar.  satu dadar sekitar satu centong.

2.  Untuk membuat isi Risolesnya

- Rebus telur beberapa butir, sesuaikan sama banyak risoles yang mau dibuat

- Iris-iris telur yang telah direbus

- Parut Keju

- Potong daging asap membentuk kotak-kotak atau segitiga (sesuai selera), kemudian ditumis

3.  Merakit Risoles (kayak pesawat aja dirakit-rakit segala,hehe)

- Ambil lembaran kulit risoles yang telah dibuat

- isi lembaran risoles dengan irisan telur rebus, daging asap, keju parut, dan jangan lupa tambahkan mayones biar makin yahud.

- Tutup lembaran seperti melipat amplop.  Kemudian gunakan putih telur untuk merekatkan risoles.

-Kemudian celupkan risoles ke dalam telur, tiriskan, kemudian celupkan risoles ke dalam tepung panir.  Balurkan tepung panir secara merata pada risoles dengan cara menggelindingkan risoles di atas tepung panir.

- Panaskan minyak, kemudian goreng risoles hingga berwarna keemasan.  Dan risoles pun siap disantap.

Rasanya enak banget, yaiyalah pake keju dan mayonaise segala.  Maaf ya belum tahu pasti takarannya dan nggak dilengkapin gambar cara pembuatannya.  Soalnya saya juga belum praktek,hehe..  Yah mungkin nunggu 2- 5 tahun lagi baru saya praktekin. Hehehe….

Comments (1) »

Perkedel Tahu aLa Si Mira (Murmer dan Praktis)

Buat anak kosan, resep yang satu ini cocok untuk dicoba.  Tanya kenapa? Selain harganya yang sangat terjangkau di kantong, cara masaknya pun sangat praktis.

Bahan :

- Tahu (terserah mau tahu putih/kuning, kalo tahu kecil sekitar 3 biji, kalo tahunya gede cukup 2 biji aja)

- Telur (1-2 butir, menyesuaikan banyaknya tahu)

- 1-2 siung bawang merah

- Daun bawang

- Garam

**Bahan intinya sih cuma itu aja, tapi kalau ternyata punya kelebihan bahan-bahan lainnya yang dirasa enak untuk dicampurkan, sok dicampur, misalnya ada kornet.  Terus kalo misalnya ada merica, juga bisa ditambahin.

Cara memasak :

1. Potong tahu menjadi bentuk dadu kecil, kemudian haluskan.  Cara ngehalusinnya cukup dengan meletakkan tahu di dalam mangkok, kemudian dengan menggunakan sendok , penyet-penyet adonan tahu untuk menghaluskan.  Tidak terlalu halus juga gapapa, tergangtung selera masing-masing.

2. Cincang bawang merah, kemudian iris-iris daun bawang. Lalu tambahkan bawang yang telah dicincang dan irisan daun bawang ke dalam adonan tahu.

3. Tambahkan telur 1-2 butir ke dalam adonan tahu.  Lalu aduk hingga merata.  Jangan lupa tambahin sedikit garam.  Kalo ada merica/lada bisa ditambahin juga.  Kalo ada kornet, bisa dicampurin juga.  Pengen agak pedes, bisa ditambahin irisan cabe merah yang diiris tipis-tipis.

4.  Panasin minyak goreng di wajan atau teflon.  Terus goreng deh perkedel tahunya.  Cara nggorengnya biar agak bagusan, adonan perkedelnya dicetak dulu pake dua sendok makan yang ditangkupkan satu sama lain (bahasa mudahnya : adonannya dijepit pake dua buah sendok makan), tapi kalo nggak mau juga nggak papa.  Kalo bisa minyaknya jangan terlalu panas, soalnya kalo minyaknya terlalu panas, adonannya bisa langsung buyar begitu dicemplungin ke minyak.


Selamat mencoba! ^^

Comments (5) »

Visit GARUT (Part 1)

Sabtu, 27 November 2010

Berbekal sebungkus biskuit Togo (karena belum sempet sarapan), jam 6 pagi aku meluncur ke kosan  anin.  Wah, ternyata bapak supir taksinya udah dateng.  Jadi, nggak enak, hehehe.  Terus akhirnya kita meluncur jemput Asri yang lagi nyangkut di warnet dalam rangka ngupload tugas.  Dari situ kita langsung meluncur ke BTC, soalnya keluarganya Anin bakal jemput kita di BTC.  Jalur Taman Sari bener-bener terlarang untuk dilewatin pagi ini.  Soalnya macet parah, berhubung ada USM 1 ITB.

Sekitar jam 07.30, orang tuanya Anin dateng dan kita pun langsung meluncur menuju GARUT.  Di mobil, ibunya nunjukkin rundown acara liburan hari Sabtu ini dan Minggu besok.  Wow, saya sampe terkagum-kagum, ibunya Anin prepare banget.  Ibunya Anin sendiri sebenernya belum pernah dateng ke tempat-tempat yang akan kita kunjungin.  Tapi, ibunya Anin udah prepare banget, udah ngumpulin info-info segitu lengkapnya.

1. First Destination WATERBOOM Sabda Alam

Wah, Selain ada waterboom, di tempat ini ada penginapan, flying fox, bahkan ada roller coasternya juga, lho. Harga tiket masuknya Rp 35.000,- orang.  Tapi, untuk orang-orang yang tinggi badannya di bawah 80 cm gratis.  Waterboomnya lumayan luas dengan beberapa pilihan wahana prosotan air, mulai dari yang tinggi dan nyeremin abis, sampe yang pendek, ecek-ecek, dan ngga licin (sampe-sampe biar bisa merosot harus ngesot-ngesot).  Selain itu, juga ada ember tumpah, goa singa, pancuran kuda laut yang bisa memberi efek memijat, dan lain-lain.  Menariknya air di sini hangat dan alami lho.  Airnya juga terus mengalir, bukan seperti air-air yang statis seperti di Waterboom-waterboom lain.  Bahkan air untuk bilasnya panas banget, sampe-sampe jadi nggak bisa bilas secara langsung di bawah pancuran saking panasnya.

Rekomendasi : Tempat ini menarik banget buat dicoba, letaknya nggak begitu jauh dari pusat kota Garut. Tapi, kalo mau dateng mendingan pagi-pagi.  Kalo siang udah panas, nggak enak.

2. Mulih Ka Desa

Sehabis basah-basahan di air, perut pun menjadi lapar.  Next destination, kami menuju ke Mulih Ka Desa. Tempat ini semacam resto kaya Sapu Lidi.  Tempat ini menawarkan suatu suasana kampung, sehingga pengunjungnya bisa merasakan sensasi pulang ke desanya.  Penginapan yang disediakan lumayan banyak.  Berberntuk rumah-rumah mini di tengah sawah.  Sawahnya si sawah buatan.  Selain itu juga ada restonya.  Nah, kita bisa milih mau makan di pondokan di atas kolam sambil liat ikan-ikan di bawahnya, atau di pondok deket sawah dengan dua ekor kerbau sebagai viewnya.  Kami memilih makan bareng si kerbau, hehehe.  Selain itu, di deket si kerbau juga ada wahana permainan anak-anak, seperti ayunan, prosotan, jungkat-jungkit.  Wah, menarik banget, tapi sayang, anak-ana yang main di situ betah banget, nggak pergi-pergi, jadinya saya nggak bisa maen. Hehehe… Dasar mira bocah 20 tahun!

Kalo dari segi makanan sih sebenernya biasa aja, standard lah.  Di sini yang dijual memang suasananya.  Tapi, yang bikin tempat ini semakin unik, piring-piring dan gelas-gelasnya terbuat dari bahan kaleng.  Persis kayak jaman-jaman baheula.  Wah, masih ada ya piring model begitu.  Teh tawarnya juga OKE banget! Warnanya pekat, tapi nggak pahit. Selain dapet welcome drink teh tawar, pihak resto juga ngasih free singkong goreng.  Woah…singkong gorengnya maknyuus…

Rekomendasi : Kalo memang yang  dicari pengen lihat suasana, tempat ini cocok untuk dijadikan tempat berlibur.  Soalnya, kalo dari segi makanan, makanan di tempat ini relatif sama, sama makanan-makanan di tempat lain.  Rasanya juga kurang nendang.

3. Kawah Kamojang

kawah berecek (dok.aposwbg)

Kawah Kamojang ini terletak di perbatasan antara Garut – Majalaya.  Kurang lebih sekitar 40 km dari kota Bandung.  Menariknya, di tempat ini selain dijadikan sebagai objek wisata, tetapi juga dimanfaatkan sebagai PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal) oleh Pertamina.  Jadi, jangan heran kalo di sepanjang jalan kita bakal melihat pipa-pipa besar.  Eits, tapi jangan sembarangan pegang pipa-pipa ini ya.  Soalnya bahaya, panas dan bertekanan tinggi.  Di sana juga ada pabrik Pertamina yang menjulang besar.  Kalo dari arah Bandung, perjalanan yang ditempuh tidak begitu berat medannya.  Yang berat medan menuju kawahnya, bener-bener berbatu.  Tiket masuknya cukup murah, sekitar RP 2.000,- per orang.  Kawah pertama yang akan terlihat adalah Kawah Manuk.  Wah, kawah ini subhanallah cantiknya.  Hamparan kabut putih laksana awan melayang di atasnya.  Negeri di atas awan nih, hehe.

Tidak jauh dari Kawah Manuk, ada Kawah Berecek yang juga nggak kalah cantik.  Uniknya di atas kawah berecek, ada bagian yang di atasnya berupa gundukan tanah, tidak semuanya lautan kawah.  Dan di atas tanah itu tumbuh sejumlah tanaman.  Subhannallah.  Bila masuk lebih dalam lagi, kita bisa menyaksikan Kawah Stik Gas, Kawah Kereta, dan sebuah kawah lagi (saya lupa namanya).  Paling unik Kawah Kereta, hanya berupa suatu kepulan asap yang menyembul dari sebuah pipa dengan bunyi yang cukup bising (keliatannya mirip asap yang keluar dari cerobong kereta).  Uap ini cukup panas, sekitar 140 derajat Celcius. Kata Ibunya Anin, sebenarnya ada sekitar 40 kawah di areal kawah Kamojang ini.  Tapi, nggak mungkinlah semuanya mau dikunjungin.  Berhubung hari sudah sore dan gerimis mulai membasahi, akhirnya kami menyudahi tour hari ini dan bergegas ke resort yang sudah dibooking.

Rekomendasi : Menarik banget ya buat dikunjungin, walopun jalan menuju ke kawahnya cukup berbatu.  Sayangnya daerah wisata ini belum begitu dikembangkan seperti Kawah Putih Ciwidey ataupun Tangkuban Parahu.  Enaknya sih pengunjungnya nggak begitu rame.  Tapi, mesti hati-hati, soalnya kawah di sini bener-bener masih pada aktif. Jadi, jangan terlalu dekat sama kawahnya, takutnya tanah yang kita pijak ambrol karena ternyata di bawahnya ada kawah.

4. Sari Papandayan Resort & Agrotourism

Tempatnya lumayan jauh si dari pusat kota Garut.  Tapi, meskipun jauh, tempat ini worthy banget buat dikunjungin.  Waktu turun dari mobil dan menginjakkan kaki di tempat ini, cuma bisa bilang subhanallah berkali-kali. Luar biasa cantiknya tempat ini dan pemandangan yang bisa terlihat dari tempat ini.  Resort ini terletak di antara Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray.  Resort ini sebenernya nggak terlalu besar, cuma ada 5 buah rumah untuk stay.  Selain itu, keunggulan dari resort ini adalah adanya perkebunan strawberry, sawah mini dengan saung-saung di tengahnya, dan restauran di atas kolam yang terlhat romantis, hehe.  Selain itu, juga ada ayunan dan jungkat-jungkit yang bisa digunakan anak-anak untuk bermain (anak usia 20 tahun seperti saya juga bisa). Dan pastinya tempat ini dipenuhi dengan berbagai tanaman-tanaman cantik yang menyejukkan mata. Rumah (semacam bungallow)  tempat stay nya sendiri nggak kalah menarik.  Setiap rumah dinamai dengan nama-nama bunga yang tumbuh di Gunung Papandayan, misalnya Edelweis, Puspa, dan Cantigi (yang duanya lagi saya nggak tahu).  Kami menginap di Edelweis yang terdiri dari dua kamar.  Yang menarik, salah satu kamar mandi dari rumah ini berupa kamar mandi outdoor, terbuka, tapi tentunya dibatasi tembok, jadi cuma atapnya doang yang terbuka.  Selain ada bathub buat berendam, juga ada semacam kolam mininya.  Kamar mandi di kamar yang satunya (yang saya, Anin, dan Asri tempati) juga nggak kalah menarik karena dilengkapi dengan bathub extra large yang bisa dipake berendem empat orang.

ayunan di sari papandayan resort (dok.aposwbg)

Rekomendasi : Tempat ini bener-bener wajib untuk dikunjungin.  WAJIB banget! Keindahannya nggak usah ditanya. Kalo mau berkunjung ke sini wajib bawa jaket.  Soalnya dingin banget.  Kalo perlu bawa selimut sendiri, jadi selimutannya dobel.  Satu hal lagi yang wajib dicoba, sate domba muda dari restauran ini.  Mantep tenan, rek.

sari papandayan resort

Yak, sekian kisah liburan ke Garut hari pertama.  Malemnya cukup tepar, nggak heran baru jam 9an saya udah terkapar di tempat tidur.  Terjepit di antara si Asri dan Anin. Nasib…nasib…

Leave a comment »

Bizarre Love Triangle (Frente)

Every time I think of you
I get a shot right through into a bolt of blue
It’s no problem of mine but it’s a problem I find
Living a life that I can’t leave behind
There’s no sense in telling me
The wisdom of a fool won’t set you free
But that’s the way that it goes
And it’s what nobody knows
And every day my confusion grows
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I’m waiting for that final moment
You’ll say the words that I can’t say

I feel fine and I feel good
I feel like I never should
Whenever I get this way, I just don’t know what to say
Why can’t we be ourselves like we were yesterday
I’m not sure what this could mean
I don’t think you’re what you seem
I do admit to myself
That if I hurt someone else
Then we’d never see just what we’re meant to be
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I’m waiting for that final moment
You’ll say the words that I can’t say

Comments (8) »

Tangkuban Parahu (versi NGEBOLANG)

Meski udah 1,5 tahun lebih di Bandung, banyak objek wisata terkenal di sini yang belum saya kunjungi.  Salah satunya Objek Wisata Tangkuban Parahu.  Awalnya sempet bingung, mendingan berangkat ke Kawah Putih Ciwidey atau ke Gunung Tangkuban Parahu.  Akhirnya berdasarkan hasil musyawarah mufakat bersama partner ngebolang saya, yaitu Aninda Cahya Putri (bukan nama samaran,red,hehe), diputuskan untuk berangkat ke Tangkuban Parahu.  Berhubung ini tanggal tua dan nggak berniat untuk membeli sesuatu, kita berdua sengaja bawa duit pas-pasan (memang duitnya udah pas-pasan juga, hehe, :p).  Berbekal modal nekat dan panduan naik angkot berserta referensi harganya dari om google, kita berdua akhirnya berangkat juga sekitar jam 9-an.

Cara menuju Tangkuban Parahu (versi dari kosan saya)

Dari kosan, naik angkot Kalapa-Dago sampe ke Simpang (ongkos Rp 1.000,-).  Dari Simpang, jalan kaki dikit sampe ke arah Baksil (Babakan Siliwangi) sampe ketemu angkot Caheum-Ledeng yang ke arah Ledeng.  Terus naik angkot ini sampe ke Terminal Ledeng (ongkos Rp 3.000,-).  Dari Terminal Ledeng, mulai ada sedikit trouble ni, kita dibingungin antara harus naik mobil elf yang langsung menuju ke Tangkuban Parahu, tapi diputerin ke Subang dulu dengan tarif Rp 12.000,- atau naik angkot St. Hall-Lembang, terus nyambung angkot Lembang-Cikole (langsung ke Tangkuban Parahu).  Berdasarkan referensi yang saya baca semalem, kita mutusin untuk tetep naik St.Hall-Lembang sampe ketemu angkot Lembang – Cikole (ongkos Rp 3.000,-).

Tragedi dimulai saat kita naikin angkot Lembang-Cikole yang berwarna koneng ini.  Di referensi saya, katanya si cuma bayar Rp 10.000,- aja, tapi bapak-bapak di angkot sebelumnya ada yang bilang sekitar Rp 30.000-an, makanya saya minta Anin untuk nanya dulu ke supir angkotnya sebelum kita naik.  Tapi, si Anin malah naik duluan baru nanya.  Dan si Bapak nggak mau jawab apa-apa dan langsung tancap.  Feeling saya udah nggak enak, perjalanannya kan jauh, tapi nih supir sama sekali nggak ngetem nyari penumpang.  Pikir saya apa dia nggak rugi, cuma nganterin kita berdua aja.  Padahal naik angkot di kota aja kerjaannya ngetem mulu nyari penumpang.  Tapi, yaudalah, perjalanan yang berkelok-kelok bikin saya pusing dan males ngomong.

Makin deket sama Tangkuban Parahu, mendadak si kenek dan si pak supir jadi ramah banget, baik pisanlah pokoknya.  Nggak kayak sebelumnya yang diem seribu bahasa.  Mulailah luntur prasangka nggak enak saya mengenai kedua orang ini.  Sampe akhirnya begitu kita nyampe dan turun dari angkot, tiba-tiba si kenek mengatakan, “Berdua jadi Rp 150.000, Neng, itu udah plus tiket masuk.”  Astaghfirullah…bener-bener bikin shocked aja.  Berusaha setenang mungkin saya bilang, ” Wah mahal banget, Pak.  Seratus ribu ajalah. Tiket masuknya kan cuma 13.000 perak.”  Si Bapak mulai menampilkan aura sangarnya yang anehnya bukannya bikin saya takut, tapi malah bikin saya kesel dan bener-bener merasa dikadalin.  Anin juga berusaha untuk nego, dia minta diturunin jadi 120.000, si kenek minta 140.000.  Akhirnya karena si Anin juga udah mulai kesel, dia naikin lagi jadi 130.000.  Akhirnya deal lah 130.000.  Saya sih sejujurnya masih kekeuh di seratus ribu itu.  Tapi, yaudalah (sambil ngelus dada), semoga si kenek dan si supir dibukain hatinya sama Allah, biar nggak ngadalin orang-orang lainnya lagi.

Dengan hati masih masygul kita mulai mendaki untuk melihat kawah Ratu.  Subhanallah… luar biasa banget cantiknya.  Cuma bisa bilang subhanallah berkali-kali dalam hati.  Udara di sini juga seger banget.  Jauh lebih seger dari udara Bandung (yang menurut saya masih lumayan seger). Paling nggak kekecewaan saya dengan si kenek dan supir angkot tadi terbayar dengan indahnya kawah Ratu.

Kawah Ratu

Read the rest of this entry »

Comments (4) »

Jalan-Jalan ke Kota Kembang (bareng Ragil)

Untuk pertama kalinya, akhirnya pergi juga ke Kota Kembang, yang biasa disebut “KOKEM” sama temen-temen.  Dulu pas TPB, aku ngiranya Kota Kembang itu semacam suatu tempat wisata penuh kembang (sesuailah sama namanya) atau paling nggak ya tempat jualan kembang deh.  Wah, nggak tahunya malah nggak ada kembangnya sama sekali. Kota Kembang ternyata kawasan belanja, kalo kata si Ragil si,”surganyanya para wanita”.  Sepanjang lorong dipenuhi dengan
berbagai sandal, sepatu, dompet, dan tas.Nggak cuma itu, DVD-DVD bajakan (kesenengan para mahasiswa, =p) pun  bertebaran.

pasarkokem

Ternyata si KOKEM ini tetanggaan sama KINGS.  Dari dulu juga penasaran nih sama KINGS. Tapi, kita nggak mampir ke KINGS. Udah capek muter-mueter Pasar Baru dan KOKEM (sebelumnya ke Pasar Baru dulu, nemenin Ragil nyari tas dan mukena,hehe).  Ternyata cara ke KOKEM gampang juga.

Read the rest of this entry »

Comments (4) »

Try To Remember

Try to remember the kind of September
When life was slow and oh, so mellow
Try to remember the kind of September
When grass was green and grain was yellow
Try to remember the kind of September
When you were a tender and callow fellow
Try to remember and if you remember
Then follow, follow.
 
Try to remember when life was so tender
That no one wept except the willow
Try to remember the time of September
When love was an ember about to billow
Try to remember and if you remember
Then follow, follow.
 
Deep in December It's nice to remember
Although you know the snow will follow
Deep in December It's nice to remember
The fire of September that made us mellow
Deep in December our hearts should remember
And follow, follow, follow... 

Try to remember the kind of September

When life was slow and oh, so mellow

Try to remember the kind of September

When grass was green and grain was yellow

Try to remember the kind of September

When you were a tender and callow fellow

Try to remember and if you remember

Then follow, follow.

Try to remember when life was so tender

That no one wept except the willow

Try to remember the time of September

When love was an ember about to billow

Try to remember and if you remember

Then follow, follow.

Deep in December It’s nice to remember

Although you know the snow will follow

Deep in December It’s nice to remember

The fire of September that made us mellow

Deep in December our hearts should remember

And follow, follow, follow…

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.