Cintapuccino


cintapuccino_posterpreviewWah, siang ini untuk pertama kalinya baru nonton cinTapuccino di tipi.  Kemana aja ya, sekarang baru nonton.  Padahal ini film keluaran 2007 dan uda berkali-kali diputer di tipi.

Ngomong-ngomong tentang film ini, ceritanya enak sih, empuk buat ditonton (loh kok?).  Tapi, agak ngegemesin gara2 sikap Rami nya yang nggak jelas di awal2. Kasihan juga si Raka-nya.  Ada ya laki-laki sepengertian itu? Wah, melas amat tho, mas.  Bayangin, undangan udah dicetak, gedung uda di-booking, dan yang paling penting gimana perasaan keluarganya coba.  Yaa, tapi untungnya itu cuma film.  Bukan kenyataan,hehe ^^.

Ngomong-ngomong soal obsesi, saya juga pernah terobsesi sama seseorang senior di SMP dan pas SMA ternyata akhirnya obsesi saya terwujud. Tapi, cuma manis sesaat, yang ada ninggalin luka yang jauh dalam.  Untunglah, perlahan saya bisa nyembuhin luka itu, walopun nggak 100% sembuh.  Loh malah jadi curhat begini,hehe.

Intinya Cintapuccino cukup manislah buat ditonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: