Es Cendol dan Nasi Tumpeng pun diklaim milik Malaysia


Belakangan ini semakin santer berita mengenai pengeklaiman kebudayaan Indonesia oleh negeri jiran, alias Malaysia. Nggak hanya satu, tapi buanyak kebudayaan yang diaku-aku oleh negara tetangga tersebut.

Tadi pagi, waktu ngangetin rendang di dapur buat sarapan, tiba-tiba mas-mas penyiar berita di tivi bilang kalo Malaysia mengklaim bahwa rendang itu kebudayaan mereka.  Kalo yang satu ini udah pernah denger si, tapi kok bisa pas banget ya, saya lagi ngangetin rendang, eh, berita di tivi juga tentang rendang.  Ternyata nggak hanya rendang, Malaysia juga mengklaim bahwa ketupat, nasi tumpeng, dan es cendol juga makanan khas Malaysia. Wah, kok bisa?  Hmm, penasaran aja si, apa pihak Malaysia yang mengklaim beberapa kebudayaan Indonesia sebagai miliknya itu apa sudah tidak punya rasa malu lagi, ya? Bukankah malu adalah sebagian dari iman?  Dan bukankah mayoritas penduduk Malaysia juga muslim? Hmmm…

tumpeng1

Nasi tumpeng

Seperti kita ketahui, rendang merupakan makanan khas dari Sumatera Barat.  Okelah, kalo Malaysia mengklaim rendang makanan khas mereka, orang mungkin akan berpikir, yah memang tetanggaan banget, dan cenderung serumpun kebudayaan Melayu.  Nah, tapi kalo yang diaku-aku itu Es Cendol, Nasi Tumpeng, dan ketupat apa ya wajar? Yah, tapi sepertinya bagi Malaysia wajar-wajar aja tuh, buktinya Tari Pendet yang jelas-jelas dari Bali aja diklaim milik Malaysia.  Padahal ketupat pada awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga di Pulau Jawa.  Begitu pun halnya dengan nasi tumpeng yang berasal dari Jawa, yaitu dari keraton.  Sementara es cendol atau es dawet, kalo saya nggak salah denger (karena sambil ngangetin rendang) berasal dari Jawa Tengah.

Di penghujung berita, si mas-mas penyiar juga mengatakan bahwa Malaysia mengklaim Debus sebagai kesenian mereka.  Wah, sepertinya Reog, wayang kulit, dan Tari Pendet belum cukup memuaskan Malaysia.  Kenapa ya pihak Malaysia nggak heboh mengklaim dua pengebom handal, Dr. Azhari dan Noordin M. Top yang jelas-jelas warga negara Malaysia, sebagai bagian dari Malaysia? Hmm…

Yah, mungkin semua ini dapat terjadi juga karena rasa kurang kepedulian dan rasa kurang memiliki kita kepada kebudayaan bangsa kita sendiri.  Paling tidak dengan adanya pengklaiman kebudayaan-kebudayaan Indonesia oleh Malaysia dapat menyadarkan kita dan menumbuhkan rasa cinta akan kebudayaan bangsa kita sendiri.

Aku cinta Indonesia!

2 Responses so far »

  1. 1

    Menurut saya sebagaimana isu Global Warming yang hanyalah isu
    hal pengklaiman ini juga isu (walaupun kita gak bisa tinggal diam)
    yang bisa jadi merupakan plot dari rencana besar organisasi tertentu.

    Anggap aja teguran bagi bangsa kita yang kolot dengan budaya.,
    Cuma yang mistik aja yang diterusin, yang berharga dan bernilai jual
    dicuekin pada make barat mua malah.,

  2. 2

    miraayuningtyas said,

    hmmm…
    bener jg bed,,mgkn cm dijadiin isu buat ngalihin perhatian publik dr hal2 yang jauh lebih penting lainnya


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: