Kisah Titanic versi Dosen Matrek


Rabu kemarin jam 11 seperti biasa, kuliah Matrek (Material Teknik) di Labtek Biru.  Meskipun jenuh berhubung paginya ada asistensi PTI dan dilanjutkan dengan pengerjaan tugas PTI (lagi…), mau tidak mau tetap harus meluncur ke Ruang MT 29.

Seperti biasa juga Pak Budi selalu ngajar dengan full English, tanpa bahasa Indonesia sedikit pun.  Ruangan full AC yang dingin ditambah buaian suara Pak Budi dalam bahasa Inggris yang sedang membahas fcc, bcc, dll membangkitkan rasa kantuk sebagian mahasiswa, termasuk saya.  Akhirnya para mahasiswa yang terkantuk-kantuk pun langsung melek seketika waktu Pak Budi muterin beberapa video yang ‘waw’ spektakuler.  Video pertama tentang para pria acapella yang dahsyat, dilanjutkan dengan video kedua, yaitu seorang wanita yang dapat melukis dengan indahnya di atas kaca dengan media pasir. Video ketiga mengenai efek bayangan tangan.

Lalu kuliah pun dilanjutkan kembali, dalam hitungan detik rasa kantuk mulai menyerang.  Sepertinya Pak Budi pun sadar kalo’ para mahasiswa mulai meleng gak karuan.  Akhirnya Pak Budi pun mulai bercerita tentang titanic tapi bukan kisah percintaan Jack Dawson dan Rose Dewitt Bukater, melainkan dari segi penyebab titanic tenggelam.  Anak-anak pun kembali antusias.

titanic

titanic

Seperti kita ketahui, Titanic dijuluki sebagai kapal yang tidak mungkin tenggelam.  Namun, Titanic tenggelam pada tahun 1912 disebabkan lambung kapalnya yang bocor akibat menabrak gunung es. Setelah itu hanya dalam tempo 2 jam, kapal itu pun karam.  Berdasarkan gambar yang diambil robot kapal selam, sebenarnya lubang pada lambung Titanic sekitar 90×90 cm, ukuran ini tidaklah begitu besar bila dibandingkan dengan kapal Titanic yang begitu besar dan megah.  Namun, ada dua faktor yang akibatnya fatal, yaitu laju kapal yang tinggi dan temperatur yang sangat rendah (di bawah 0°C).  Laju kapal yang tinggi mengakibatkan benturan yang cukup dahsyat pada lambung kapal, sehingga lambung kapal pun robek.  Temperatur yang sangat rendah mengakibatkan badan kapal yang terbuat dari besi berada dalam kondisi ‘brittle’, yaitu kaku, akibatnya lubang pada lambung kapal menimbulkan retakan-retakan lainnya yang memanjang.  Hal ini mengakbibatkan kapal titanic patah menjadi dua bagian dan tenggelam.

Tragedi ini menelan begitu banyak korban jiwa.  Sekoci yang disediakan tidak cukup untuk mengangkut semua penumpang kapal.  Sekalipun para korban telah menggunakan Safety Vest, tapi dinginnya laut membuat mereka terpaksa harus meregang nyawa saat itu juga.

2 Responses so far »

  1. 1

    Wah, baru tahu saya kalo lobangnya titanic gak sampe 1m persegi. Tros yang robek memanjang itu gak diitung ya… Hmm.
    Ternyata faktornya karena laju dan ademnya. Gak nyangka,
    Tapi banyak mitos yang mengitari ketenggelamannya lo…Misal platnya gitu katanya kayak kutukan atau apa, saya lupak.

    • 2

      miraayuningtyas said,

      yang robek memanjang krn awalnya ada lubang,terus merembet krn pd suhu dingin bgt si low carbon steel(besi kapal) nya jadi brittle alias gampang patah.
      hhe….saya gak pinter njelasin bed

      hmmm….mitos yaa..
      yg pasti bukan krn kutukan saya bed,,saya belum lahir tahun segitu,,hhe~


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: