Tentang Mimpi (Sekedar bunga tidurkah?)


Senin pagi, saat di angkot Kalapa-Dago, otw menuju kampus, Ajeng lagi cerita kalo semalem dia mimpi aneh, begitu pun halnya dengan Fafa.  Jadi ngingetin aku sama kejadian kemarin sore yang bener-bener aneh.

Minggu(18 Okt 09)

Sepulang dari kampus, setelah ngajar adik asuh MTI, aku rebahan di kasur sambil ndengerin radio dan beberapa lama kemudian aku tertidur.  Awalnya aku merasa ada seseorang dalam wujud manusia berusaha membunuhku dengan berbagai cara.  Namun, aku selalu berhasil meloloskan diri dari segala perangkap jahatnya.  Hingga muncul suatu makhluk tidak dalam wujud manusia, melainkan semacam suatu makhluk halus yang terus menerorku, membuatku semakin lelah.

Yang membuatku merasa aneh adalah aku merasa aku sudah sadar, sudah tidak berada dalam dimensi mimpiku.  Aku merasa telah melihat kamarku, bahkan dengan jelas aku bisa melihat temanku Asri dari jendela kamarku.  Namun, mengapa makhluk menyeramkan itu masih terlihat jelas di hadapanku?  Aku ingin berteriak dan berlari sekencang-kencangnya, aku ingin segera lepas dari situasi aneh ini.  Anehnya, di dalam mimpiku, aku sadar aku sedang bermimpi.  Aku sadar bahwa aku harus segera meninggalkan dimensi mimpiku.  Tapi, aku tidak bisa.  Aku terus membaca ayat-ayat Allah untuk memohon perlindungan.  Aku merasa kepalaku terus bergerak ke kanan dan ke kiri hingga akhirnya aku bisa lepas dari dimensi mimpiku.  Ya, aku telah sadar.  Aku telah terjaga dari sebuah mimpi yang tampak sangat nyata.  Tenggorokanku kering, aku merasakan dahaga yang amat sangat.  Akhirnya aku pun beranjak ke dapur untuk mengambil gelas.  Aku duduk di ruang makan, meneguk segelas air putih, sembari merenungkan mimpi aneh yang baru saja kualami.  Tiba-tiba Anin,teman sekosanku menghampiriku.  Dia menanyakan bagaimana aktivitasku hari ini.  Aku pun menceritakan aktivitasku hari ini, termasuk mimpi aneh yang baru kualami.  Lalu Anin mengatakan, “mungkin waktu kamu seolah-olah ngeliat Asri, kamu sebenernya masih mimpi, belum bangun.  Soalnya seharian si Asri nggak kemana-mana, dia tidur di kamarnya.  Lain kali, sebelum tidur baca doa dulu, bu.”  Yap, karena aku ketiduran, jadi aku lupa baca doa, ya karena memang nggak niat tidur.  Huff,,, tidur juga ternyata bisa bikin jauh lebih capek dari lari keliling 6 puteran Saraga dan lebih menegangkan dibanding UAS kalo tidurnya disertai mimpi yang aneh-aneh begini.

Pesan moral :

Mimpi tetaplah sebuah bunga tidur, tidak nyata, namun bisa saja bermakna, bisa saja suatu hari kita mengalami suatu kejadian nyata seperti yang pernah kita alami dalam mimpi.  Tapi, itu mungkin hanya diakibatkan faktor kebetulan saja. Hehe,,sotoy mode on.

Next time, kalo mau tidur jangan lupa baca doa.  Mendingan nggak usah rebahan tidur-tiduran, mendingan langsung diniatin aja tidur beneran, daripada ketiduran dan jadinya malah lupa berdoa.  Hehehe….

4 Responses so far »

  1. 1

    Bambang said,

    Saya klw mimpi jarang bisa diinget mir, aneh.. emng jarang mimpi jg sih..
    Gk tw knpa ya??

  2. 2

    Mira said,

    hehe,,wah mungkin kualitas tidur kamu bagus bang,,jdnya tidurnya nggak banyak pikiran

    kalo aku orgnya suka kepikiran hal ini-itu sblum tidur…

    hehehe,,,ini jawaban sotoy pisan,,,^^

  3. 3

    terbawa mimpi ny adek asuh kali mi.
    Hehe, saya mimpi kadang inget kadang gak.
    Kadang juga mimpi pergi ke suatu tempat, tapi gak bisa liat apa-apa saya
    kadang gelep atau putih silau. Eh gak taunya, silau dari matahari dari jendela
    kamar kos. Makanya gak keliatan,,


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: