Innalillahi…Selamat Jalan Prof. Dr. Ir. Alibasyah Siregar


Pagi ini, ibu kos ngetuk kamar.  Aneh, jarang-jarang ibu naik ke atas, terlebih ngetok pintu kamar.  Begitu aku buka, ibu langsung mengatakan bahwa tetangga belakang rumah, dosen ITB yang juga wakil rektor meninggal.  Ibu bilang namanya Pak Ali Siregar.  Ali Siregar? Ingatanku seketika melayang ke milis yang baru kuterima semalam dari group MTI.  Aku spontan merespon ucapan Bu Lilis, “Maksud Ibu, Alibasyah Siregar, Bu?”  Ibu pun mengiyakan.

“Innalillahi wa’ inna ilaihi raaji’uun…”

Lalu kukatakan kepada Bu Lilis bahwa sebenarnya aku telah mengetahui perihal telah berpulangnya Bapak Alibasyah  sejak semalam.  Dan aku pun mengetahui bahwa jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jln. Cihaur No. 20.  Namun, yang sama sekali tidak kuketahui adalah bahwa ternyata Jln. Cihaur itu terletak persis di belakang kosanku.  Dan rumah putih yang berada persis di belakang kosan adalah Bapak Alibasyah.

Teteh-teteh kosan mengatakan semalam memang sempat terdengar suara riuh sirine di belakang kosan.  Bahkan Teh Riri sempat melihat jenazah almarhum dimandikan dari balkon kosan.  Semalem aku memang tidur cepet, berusaha menepati janji kepada diri sendiri.

Jadi selama ini Bapak-bapak yang setiap pagi membaca koran di balkon lantai 2 rumah putih belakang kosan adalah Bapak Alibasyah.  Bapak yang sering bermain dengan cucunya yang gemuk dan menggemaskan adalah Pak Alibasyah.  Kenapa aku baru sadar sekarang?  Astaghfirullah, sebegitu nggak aware-nya kah saya?  Bahkan Sabtu kemarin pagi saya masih melihat Pak Alibasyah membaca koran di balkon seperti biasa.  Memang tidak ada yang tahu kapan ajal menjemput, hanya Dia-lah Yang Maha Mengetahui.  Bu Lilis mengatakan bahwa Pak Alibasyah selama ini dikenal sebagai pribadi yang tidak terlalu banyak bicara.  Berdasarkan informasi yang saya dengar dari Ibu Lilis, Sabtu kemarin Pak Alibasyah mendadak sakit perut.  Kemudian istrinya memberikan obat warung untuk mengatasi rasa sakit perut yang dialami almarhum.  Namun, ternyata kondisi Pak Alibasyah tak kunjung membaik.  Akhirnya, almarhum dilarikan ke Rumah Sakit.  Namun, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Saya sendiri sejujurnya belom pernah diajar Pak Alibasyah (Pak Alibasyah merupakan Dosen Teknik Industri dan belum lama baru dilantik menjadi wakil rektor ITB).  Saya sendiri baru mengenal Pak Alibasyah ketika saya menjadi panitia teknis Campus Meeting (rangkaian acara pemilihan Rektor ITB yang lalu).  Seandainya almarhum masih mengingat saya, mungkin yang beliau ingat hanyalah secuil memori yang memalukan, tapi menggelikan.  Ya, saat itu saya didaulat untuk menjadi MC acara Campus Meeting. Di acara yang formal dan dihadiri oleh beberapa Professor dan kahim-kahim beserta stafnya, bisa-bisanya saya melakukan hal bodoh yang sangat memalukan.  Ketika menyebutkan kepanjangan ITB, bisa-bisanya saya mengatakan kepanjangan dari ITB adalah Institut Teknologi Bandarlampung.  Seketika terdengar gelak tawa dari para kahim-kahim dan beberapa panitia.  Meskipun saya sempat melihat wajah-wajah para professor tidak mengindikasikan bahwa kejadian itu adalah kejadian yang lucu, tapi sangat memalukan (hmm…ini sih feeling saya-nya aja).

Mungkin hanya secuil kisah itu yang telah membuat saya mengetahui siapa Bapak Alibasyah Siregar… Selamat jalan Prof. Dr. Ir. Alibasyah Siregar…  Semoga amalan ibadah bapak diterima oleh Allah SWT.  Amiin…

4 Responses so far »

  1. 1

    Bambang said,

    koq gk cerita mir kamu pernah jd mc ?
    malu ya.. hehe…
    pas ngMC psti inget ubala..haha..

  2. 2

    miraayuningtyas said,

    hehe, iya malu, bang,
    soalnya org yg diceritain pd ketawa kegirangan
    kayaknya itu karir ngemsi pertama n terakhir sy di itb, hehe

    gak tau bang, kayaknya uda kepatri di lidah sy, kalo kpanjangan dr “B” itu Bandarlampung

  3. 3

    Untung gak Institut Tulang Bawang.

    Pak Albasyah ini Wakil Rektor ya.
    Wah, innalillahi…
    Tapi kok di depan gak rame karangan bunga ya..

  4. 4

    miraayuningtyas said,

    heu2,,kalo institut tulang bawang, nanti mereka makin bingung

    kn uda lama bed, kamu gak liyat kali

    karangan bunganya kebanyakan di rumahnya langsung


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: