Mengapa Harus Saling Menghina?


Pagi ini, saat membuka homepage Facebook, saya menemukan sebuah link yang dishare oleh salah seorang teman.  Dilatarbelakangi rasa penasaran, saya pun meng-klik link tersebut.  Sekian detik kemudian, muncullah sebuah blog yang dari judulnya saja menurut saya sudah sangat tidak pantas.

Isi keseluruhan blog itu pun selaras dengan judulnya yang tidak pantas.  Isi blog itu hanyalah berbagai umpatan, makian, dan cacian terhadap tanah air, Republik Indonesia.  Sedangkan selebihnya menggambarkan kebanggaan penulis terhadap negaranya sendiri, M******* dan selalu diiringi dengan perbandingan antara negaranya dan Indonesia.  Sudah tentu, lagi-lagi ia pun hanya menulis segala kejelekkan Indonesia.  Bila ditilik dari bahasa yang digunakan dalam penulisan blog tersebut, dapat disimpulkan bahwa si penulis memang berasal dari negara tetangga Indonesia.

Membaca blog tersebut secara sekilas sudah tentu memancing emosi, tapi saya ingat saya sedang shaum.  Saya berusaha untuk cerdas dan tetap berkepala dingin sambil terus beristighfar.  Tapi, sebuah statement pada salah satu artikelnya tiba-tiba membuat air mata saya meleleh begitu saja.  Sebuah statement yang menghina seluruh wanita bangsa ini.  Di dalam blog itu saya menjumpai sebuah statement yang mengatakan bahwa ‘semua wanita bangsa Indonesia adalah pela*ur’ dan diiringi kata-kata menyakitkan lainnya.  Rasanya sakit sekali ketika ada kata ‘semua’ di sana.  Tidakkah orang itu memahami makna penulisan ‘semua’? Yang membuat saya sakit tidak hanya karena saya sendiri adalah seorang wanita, tapi saya juga terlahir dari rahim seorang wanita.  Saya memiliki banyak sanak saudara wanita, teman-teman wanita.  Dan kami tidaklah seperti itu.

“Jika si penulis adalah seorang laki-laki, apakah dia lupa bahwa dia pun terlahir ke dunia dari rahim seorang wanita?  Jika si penulis adalah seorang wanita, apakah hatinya telah begitu dibutakan, hingga ia tega menghina saudaranya sendiri sesama wanita?

Sepanjang menulis tulisan ini air mata saya masih terus meleleh.  Terlebih saat saya membaca komen di bawah postingan tersebut.  Kebanyakan komen tersebut berasal dari masyarakat Indonesia.  Yang membuat saya miris adalah sebagian komen menggunaan kata-kata kotor, seperti yang dilakukan oleh si penulis blog.  Saya mengerti bahwa tulisan itu pasti sangat memicu amarah, tapi jika kita membalasnya dengan cara yang serupa, apa yang membedakan kita dengan si penulis.  Jika kita tidak dapat menuliskan sesuatu yang baik dan bermanfaat, lebih baik diam, tidak perlu menuliskan komen-komen yang justru semakin memperkeruh suasana.  Cukup kita yakini dan kita buktikan bahwa kita tidak seburuk yang penulis tersebut katakan.

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari padanya.” (Al Qashash: 55)

Saya akui tingkat korupsi di Indonesia memang tinggi, tapi apakah dapat dikatakan bahwa semua masyarakat korupsi? TIDAK.  Di luar sana masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup di bawah kemisikinan.  Lalu, tapi apakah karena jeratan kemisikinan menjadikan wanita Indonesia menjual dirinya? TIDAK.  Masih banyak ibu-ibu mulia yang menderita kekurangan di luar sana yang menjadi TKW, tapi tetap menempuh jalur yang halal dan terus berjuang demi keluarganya.  Apa salahnya menjadi TKW? Toh, pekerjaan itu mulia.  Toh, mereka menjadi TKW karena negara yang menjadi negara tempat mereka mencari nafkah pun memang membutuhkan.  Lantaspakah kemisikinan menjadikan mereka semua maling? TIDAK.  Masih banyak yang tetap bersabar dan Allah senantiasa berada di dalam hati mereka.  Dalam kesulitan mereka tetap terus bertawakal kepada Allah.  Dalam kesulitan mereka tetap tersenyum.

Semoga mata hati si penulis dibukakan.  Apa keuntungan yang si penulis dapat dengan menulis hal-hal tidak bermanfaat seperti itu? Saya rasa tidak ada.  Selebihnya, tulisan itu hanya dapat menyakiti hati orang-orang terkait yang membacanya.

PS : Saya sengaja tidak menampilkan link blog tersebut di sini.  Saya rasa tidak perlu.  Tidak ada untungnya.

2 Responses so far »

  1. 1

    racchanKD said,

    yeah, baca jg dr link yg dikasi MekTed di milis, lgsg tak tutup, Mir,, memperkeruh suasana.
    Aq yakin orang M******* itu byk bgt yg baik, bhkan g tau klo ada berita2 seteru Indonesia-M*******. Fine2 aja, qta sodara. Sedangkan apa yg dipancing government mereka menurut rumor di internet mah ada tujuan khusus dr pihak asing. (Yampun aq suka bgt konspirasi2 ky bgini!).
    Intinya mah itu orang satu mau memancing di air keruh aja. Alay dan pikirannya sgt sempit. Gelap, dia g pny cahaya di sekitarnya. Geuleu popularitas. Yex.

  2. 2

    Bambang Budiono said,

    Tetaplah ‘tabah dan kuat’ kawan… Penulis itu mengatakan ‘Semua wanita Indonesia adalah pela*ur’, padahal bangsa dia suka memperkosa wanita2 kita yg menjadi TKW disana. Dan juga jika mau memperbandingkan, ‘wanita2 disana malah lebih rendah dari pela*ur’, karena mereka hanya mau menikah dengan laki2 disana yg kaya atau memiliki jabatan meski si laki2 sudah sangat tua/ uzur. Para wanita mereka mengukur harta sebagai dasar dalam perkawinan, bukan rasa cinta dan kasih sayang. Sementara para wanita kita, =yang nota bene disebut pela*ur oleh penulis blog itu= “rela” berjuang disamping suami2nya =yang tidak kaya dan memiliki jabatan= mencari nafkah keluarga sampaipun harus menjadi TKW.
    Jika penulis blog itu mengatakan bahwa kita adalah bangsa ‘maling’, realitanya bangsa merekalah yang selalu ‘meng-claim/ mencuri’ wilayah kedaulatan, kebudayaan, lagu2 daerah, karya batik, karya seni daerah dan lain2 milik negara lain.
    Jika penulis itu berbicara masalah korupsi dinegara lain, maka dia tidak ‘berkaca’ pada pemerintah dinegaranya sendiri, dimana ‘Angkatan Lautnya dikabarkan membeli Kapal Selam yang Sudah Tidak Bisa Menyelam’…

    Akhir kata,, “SEBURUK_BURUKNYA Bangsa Indonesia,, kita masih tetap HARUS lebih BERBANGGA HATI karena kita BELUM PERNAH MEMILIKI (DIPIMPIN) oleh Perdana Menteri/ Presiden yg Ternyata Hobby-nya Melakukan SOD*MI (bermoral sangat rendah).”


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: